Gak Penting Yaa

Tidak Punya Uang? Jangan Harap Bisa Buka Rekening di BRI

Dalam dua hari ini sudah dua bank yang saya kunjungi. Bank pertama di bank BRI cabang pariaman untuk urusan pekerjaan. Sedangkan bank kedua di bank lainnya yang berada di pariaman untuk urusan pribadi.

Tujuannya hampir sama, yakni untuk buka rekening baru. Untuk urusan pribadi di bank kedua berjalan lancar. Hanya hitungan menit rekening baru saya langsung jadi. Sementara untuk bank BRI butuh proses lama karena perusahaan tempat saya bekerja membuka empat rekening baru.

Keempat rekening tersebut terdiri dari dua rekening giro dan dua rekening tabungan atas nama badan usaha. Sudah sewajarnya jika membuka rekening tersebut butuh proses karena pihak bank mensurvai dulu pengajuan membuka rekening tersebut. Beda dengan buka rekening pribadi yang tidak membutuhkan survai dahulu, cukup melengkapi persyaratan saja.

Setelah melakukan survai ke kantor kami, pihak bank BRI sudah menyetujui aplikasi keempat rekening kami. Belakangan pihak bank menolak dengan alasan rekening yang kami buka hanya untuk mentransfer uang saja.

Alasan tersebut tidak bisa diterima sama sekali. Bukankah salah satu pelayanan bank adalah untuk mentransfer uang?

Ketidakramahan bank BRI ini berawal saat kami mengajukan permohonan membuka rekening dulu, setelah itu setoran awal di transfer oleh managamen perusahaan kami di Medan. Sementara pihak bank BRI bersikeras untuk setor uang dulu baru bisa dibuatkan rekening. Jika tidak ada uang, rekening tidak akan pernah dibuatkan.

Yang membuat saya heran, apakah prosedur demikian berlaku di seluruh bank BRI di Indonesia. Pihak bank BRI Pariaman berargumen bahwa prosedurnya uang harus di setor dulu baru bisa buka rekening. Padahal belum lama ini, perusahaan kami baru saja membuka enam rekening di BRI Muara Labuh. Kenapa di BRI muaro labuah kami bisa buka rekening dulu, setelah itu dalam 1×24 jam setoran awal di transfer ke rekening tersebut.

Bank yang katanya bank rakyat tidak mencerminkan keberpihakan kepada rakyat. Hal ini terlihat dari keengganan bank untuk menerima uang recehan. Sudah tiga kantor bank BRI di kota ini yang menolak setoran saya yang menggunakan uang recehan. Bahkan uang pecahan seribu saja masih ditolak juga. Padahal uang recehan dan uang pecahan seribu tersebut sudah tersusun dengan rapi.

Sampai-sampai teman saya beseloroh “kok ada bank yang gak mau nerima uang”. Saya tidak mempu lagi berkata apa, melihat kesemerawutan dan ulah oknum perbankan di negeri ini yang tak jauh berbeda dengan pelayanan birokrasi di pemerintahan. Mereka bukannya melayani tapi minta dilayani.

Iklan

6 thoughts on “Tidak Punya Uang? Jangan Harap Bisa Buka Rekening di BRI

  1. smo jo kuniang…mbo pernah juo stor k BRI Kinali Pasaman,salah satu dr Tellernya agak gondok wkt liat uang recehan,padahal pitah recehan tu alah mbo susun atau pitih tu mungkn ndak BI yg me sahkan??????
    urang yg takah tu sm se jo urang yg ndak menghargai makna dr uang tsb…atau suruh dtraining ulang aj karyawannyo baliak???? baa kiro2 tu?????????????????????

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s