Ngepos via Hape

Makin Rugi Setelah Migrasi Dari Bank Konvesional ke Bank Syariah

Hari kamis (15/12/2011), sekitar setengah dua belas saya memasuki salah satu bank syariah di tempat saya berdomisili. Maaf disini saya tidak menyebutkan nama bank tersebut. Tujuan saya ke bank untuk membuka rekening baru sebagai bentuk migrasi dari bank konvensional ke bank syariah.

Pelayanannya cukup ramah, dalam hitungan menit rekening saya langsung jadi. Dalam brosur tercatat bahwa akan dikenakan biaya administrasi sebesar 2000 per bulan. Dengan menabung minimal 2.000.000 maka biaya administrasi akan tertutup dan memperoleh bagi hasil, kata costumer service.

Karena itu saya melakukan setor awal sebesar 5.000.000. Tentu dengan nominal tersebut akan menutup biaya administrasinya. Untuk memudahkan saya dalam bertransaksi, maka saya menggunakan atm sebagai sarana untuk penarikan tunai.

Saya langsung diberikan atm dan saat itu juga saya membuat pin awal. Kata costumer servis kartu atm saya akan aktif pada sore hari. Setelah mengambil atm, lalu saya dipandu untuk setor tabungan awal ke kasir.

Alhamdulillah, selesai sudah saya memigrasikan tabungan saya dari bank konvesional ke bank syariah.

Rencananya sore harinya saya akan pergi ke atm untuk memastikan aktif atau tidaknya kartu atm tersebut. Berhubung hari itu saya tidak sempat, maka saya pergi keesok harinya. Esok juga tidak sempat, saya hanya punya waktu hari sabtu malam.

Sesampai di atm bank tempat saya menabung, saya langsung menganti pin awal saya ke pin yang lebih rahasia lagi. Lalu kemudian saya cek saldo untuk memastikan tabungan saya.

Betapa kagetnya saya ketika menyaksikan ternyata tabungan saya tinggal 4.950.000. Padahal setoran awal saya sebesar 5.000.000. Kemana uang saya 50.000 lagi? Apakah untuk biaya administrasi atau biaya lainnya?
Baru dua hari menabung, uang saya sudah lenyap 50.000. Sebelumnya costumer servis bilang biaya administrasi cuma 2.000, kalau saldo mencapai 2.000.000 maka biaya tersebut akan tertutupi. Kalaupun ada biaya lain, gak mungkin secepat itu di debit.

Satu lagi, gak mungkin pula jika ganti pin bakal kena biaya sebesar 50.000. Atm yang saya gunakan bukan atm bersama, tapi atm tempat bank saya menabung. Lagian saya juga tidak pernah menarik uang, karena saat itu pertama kali saya menggunakan atm tersebut.

Sampai saat ini saya masih bingung, kenapa tabungan saya dipotong sebesar itu. Sebelumnya di bank konvensional nominal sebanyak itu tidak ada pemotong yang sampai 50.000.

Apakah ada kesalahan dari pihak bank? Atau mungkin tidak ada penjelasan costumer service ke saya saat buka rekening bakal dikenakan biaya 50.000 untuk mengaktifkan atm?. Entahlah! Semoga gak dipotong lagi sebanyak itu, kalau dipotong lagi mendingan balik lagi ke bank konvesional.

Atau, haruskah saya memprint buku tabungan agar dapat mengetahui untuk apa uang 50.000 itu.! Sudahlah…

Iklan

4 thoughts on “Makin Rugi Setelah Migrasi Dari Bank Konvesional ke Bank Syariah

  1. biasanya saldo di rekening emang beda sama di ATM, ndak tau kenapa?
    sudah liat di BSM dan BRIS sama, saldo diATM -50.000, maybe gak boleh diambil semuanya, kalo tutp rekening baru bisa diambil.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s