Ngepos via Hape

Wajah Pariaman di Hari Tabuik

“Pariaman sabana langang, batabuik makonyo rami”

Demikianlah sepenggal syair lagu yang mengisahkan tentang kota pariaman. Terjemahan dari syair tersebut adalah “pariaman sangat sepi, bertabuik makanya ramai”.

Tabuik merupakan istilah yang diambil dari kata tabot. Tabot adalah sebuah kotak penyimpan kitab suci kaum bani israil. Dalam al quran dan perjanjian lama, istilah tabot sempat disinggung beberapa kali.

Bagi masyarakat pariaman tabuik bukanlah semacam kotak, tapi berbentuk seperti benda raksasa yang mirip kuda terbang. Benda tersebut wujud imajinasi dari buraq yang merupakan tunggangan Nabi Muhammad menuju langit.

Tabut menjadi tradisi tahunan yang selalu diadakan pada bulan muharam di pariaman. Penyelenggaraan tabuik bagian dari peringatan atas kematian imam hasan dan husain yang tewas di padang karbala. Biasanya peringatan atas kematian hasan dan husain dilakukan oleh penganut syiah di Iran.

Masyarakat pariaman mayoritas beraliran sunni, bukan syiah. Tapi dengan keberadaan tradisi tabuik ini menjelaskan kepada kita bahwa syiah dan sunni dapat bersatu. Hal itu dapat dilihat dengan menengok kembali sejarah bermula tabuik. Dimana tradisi ini dibawa oleh orang kaliang atau orang india yang beraliran syiah. Tradisi ini kemudian diterima oleh masyarakat lokal.

Seiring dengan waktu, tradisi tabuik berkembang menjadi event wisata yang dibanggakan masyarakat pariaman. Betapa tidak, pengunjung tabuik mencapai ribuan. Hanya di hari hoyak tabuik pariaman diserbu oleh banyak manusia.

Tak heran jika syair lagu diatas begitu menggambarkan kondisi pariaman yang dulu pernah di guncang gempa hebat ini. Banyak lagi kisah seputar tabuik pariaman ini yang akan saya uraikan menjadi beberapa tulisan.

Sampai jumpa di kisah tabuik lainnya.

Iklan

8 thoughts on “Wajah Pariaman di Hari Tabuik

  1. jo bur…sejarah tabuik tak obahnya seperti ritual yg dilakukan masyrkt yogya untuk Ratu Pantai Selatan………..sbb dahulu kala org2 yg membuat tabuik tdk dibenarkan makan ikan laut/pantangan krn bisa mengakibatkan ”iliaik” bagi org yg membuatnya…
    didalam sejarah lama yg diceritakan bahwasanya tabuik itu adalah gambaran org yg telah bersalah & dihukum/dikutuk seperti gambar tabuik skrng…sbb dahulu sejarah minangkabau di pariaman erat kaitannya dg Puti Gandoriah & Anggun Nan Tongga Magek Jabang…salah satunya adanya pantai Gandoriah …..hkhkhkhkhkhkhkhkkhhkhkhkhk agak ngawur ya jo buuurrrrrrrr…..

    Suka

  2. memang didalam sejarah yg beredar skrng diceritakan bahwasanya ”TABUIK” merupakan salah satu utk memperingati tewasnya cucu Rasul dipeperangan medan karbala…dikatakan org “kaliang” yg membawanya ini krn salah satu alat pengiring tabuik adalah gandang tabuik/gandang tasa.sbb alat tersebut merupakan salah satu alat kesenian org Hindi..keberadaan org kaliang bersamaan jg masuknya org cina di Pariaman sedangkan org Pariaman sudah memeluk agama Islam sebelum org Hindi datang….jadi sejarah asal mulanya tabuik jauh sebelum org Hindi datang seperti yg dikatakan dlm sejarah skrng ini.
    Lain halnya dg masyarakat Bengkulu yg memperingati ”TABOT” mengambil dasar sejarahnya dari tewasny cucu Rasul….wkwkwkwkkwkwkwkwkwk walaaaaahhh….tambah ngawur nih…..

    Suka

      1. ko ndak ngawur doh jo kuniang…..cubo jo kuniangcari tw darima sejarah pantai gandoriah,baa kq urang yg mambuek tabuik ndak buliah mkan lauk dr lauik dan baa pulo kq dibuang k lauik?????? sadangkan biaya t’ mambueknyo sj puluhan bahkan sampai ratusan juta…

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s