Ngepos via Hape

Warung Nasi Sayur Jengkol dan Petai

Meskipun letaknya terpelosok, warung nasi satu ini cukup ramai. Sejak tadi si ibu sibuk melayani pelanggan. Warung nasinya terlihat sederhana dengan atap daun pohon sagu.

Gubuk sederhana itu bersebelahan dengan mesjid fenomenal ungku saliah, Sungai Sariak. Di kota-kota besar, sering terpampang foto ungku saliah di rumah makan padang. Jika pemilik rumah makan berasal dari pariaman, maka berkemungkinan dijumpai foto ungku dengan ciri khas janggut merupai tulisan Allah.

Ciri khas dari warung nasi ini adalah menunya yang simpel. Tak ketinggalan jengkol dan petai selalu ada sebagai sayur-mayurnya. Lauknya hanya dua jenis, yakni telor dan ikan.

Harga yang murah menjadi daya tarik warung ini. Jika dibandingkan dengan warung nasi terdekat, harga sepiring nasi disini jauh lebih murah. Di warung lain harga sepiring nasi dengan ikan seharga 10.000, sementara disini cuma 6.000 dengan lauk yang sama.

Soal rasa, gak jauh beda dengan rumah makan lain. Makan disini rasanya seperti masakan di rumah sendiri. Rasanya seperti masakan rumahan.

Segmentasi pelanggan warung nasi ini adalah para petani, buruh dan pelajar. Karena letaknya berdekatan dengan pesantren ungku saliah, maka para santri ada juga yang makan disini meski sudah disediakan makanan di pondok.

Bagi saya, rumah makan ini menjadi alternatif tempat makan siang. Harga yang murah, tempat yang sejuk dan rasa yang sesuai dengan lidah membuat saya berbalik lagi makan di tempat ini.

NB: Foto warungnya menyusul kemudian. πŸ˜€

Iklan

5 thoughts on “Warung Nasi Sayur Jengkol dan Petai

  1. Harga beda rasa sama,
    gak ada gantinya deh warung2 pinggiran, hehe…
    (apalagi kalo menunya maknyus) πŸ™‚

    Suka

  2. waduh siang-siang gini mana belum makan dari blogwalking nemu posting yg ngebahas rumah makan . . . terus ada petai sama jengkol lagi . . .
    ah jadi laper banget . . . 😦
    sebentar gan mau cari rumah makan dulu . . .
    salam kenal . . .

    Suka

  3. Tempat-tempat begini yang dulu saya kunjungi seperti di dekat By Pass (Limau manih) ada Gulai kambing (yang pertama kali ada di pondokan seperti gambaran Gusti), di Bungus ada gulai kepala ikan. Rindu tempat-tempat seperti ini….. πŸ™‚

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s