Gak Penting Yaa

Bisa Naik Haji Tanpa Pergi ke Tanah Suci

Idul adha kembali datang, tak berasa sudah setahun waktu terlewati. Rasanya seperti baru kemarin saja menunaikan shalat idul adha. Ingatan setahun lampau masih segar dalam kepala. Betapa orang-orang berjibun datang menghantar sanak saudara mereka untuk menunaikan ibadah haji.

Di daerah Padang Pariaman ada semacam budaya masyarakat dimana para calon jamaah haji di arak keliling kampung dan dihantarkan oleh sanak saudara dan urang siak/labai (ulama) hingga perbatasan kampung mereka dengan kampung sebelah. Dalam perjalanan tersebut, urang siak tak henti-henti memanjatkan shalawat.

Konon, ditengah masyarakat beredar kepercayaan bahwa jika sering mengantar orang pergi haji maka besar kemungkinan akan cepat menyusul juga berangkat ke tanah suci. Jadi, jika ada orang di kampung yang menunaikan haji maka mereka yang percaya dengan mitos ini akan selalu datang menghantar calon jemaah haji sebelum menginjak tanah suci.

Masih di daerah yang sama, ada pula kepercayaan di kalangan orang-orang terdahulu terkait dengan ibadah haji. Cukup dengan pergi dan menginap di surau syekh Burhanuddin, maka sudah setara dengan pergi haji. Surau syekh Burhanuddin terletak di daerah Ulakan, tak jauh dari sana bersemayam makam syekh Burhanuddin. Beliau adalah orang yang berjasa menyebarkan ajaran islam di minangkabau.

Kini makam beliau menjadi tempat ziarah dan tempat wisata relegius di pariaman. Setiap bulan safar makam syekh Burhanddin selalu ramai dikunjungi para peziarah. Orang lokal menyebutnya dengan sebutan basapa. Diluar hari basapa itu hanya sedikit yang tahu bahwa beberapa peziarah ada yang menetap disana selama tiga puluh hari. Selama tiga puluh hari itu mereka terus menerus melakukan ibadah lima waktu dan shalat malam. Jika mereka mampu bertahan selam tiga puluh hari, maka mereka dianggap sudah menunaikan ibadah haji.

Bagi anak-anak muda, kepercayan semacam ini sangat sulit diterima. Bahkan tidak ada dalil yang cukup kuat untuk membenarkan pemahaman tersebut. Ibadah haji adalah ibadah yang ditujukan bagi mereka yang mampu. Kalaupun tidak mampu, maka tidak perlu dipakasakan. Apalagi memaksakan diri pergi haji hanya dengan berziarah ke makam ulama.

Memang pemahaman seperti ini tidak banyak yang mempercayainya. Hanya saja ditengah masyarakat masih ada yang mempercayai. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk meluruskan pemahaman seperti ini agar tidak tersesat dalam menjalankan agama.

http://about.me/gustiramli

Iklan

2 thoughts on “Bisa Naik Haji Tanpa Pergi ke Tanah Suci

  1. Insya Allah, kita terus berusaha memerangi paham2x seperti ini, paling tidak dengan hati, hati sudah tidak setuju.. padahal kan budaya Islam sudah jelas, pada Bulan Dzulhijjah kita disunnahkan untuk berkurban.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s