Ngepos via Hape

Perjuangan di Usia Senja

Di usia senja, bapak perawakan kurus itu berkeliling menjajakan setumpuk buku. Keranjang yang disandang terlihat kosong, bukan karena daganganya habis tapi karena ia harus memperlihatkan buku yang dijualnya.

Tatapan matanya memancarkan kelelahan. Dengan langkah yang terpincang-pincang, ia menyusuri satu rumah ke rumah lainnya. Suaranya tidak lagi terdengar takkala menawarkan buku-buku kepada calon pembeli.

Hari kian sore, belum ada satupun pembeli. Tanpa patah semangat ia tetap melanjutkan perjuangannya mengais rezeki dan terus melangkah untuk menggapai harapan. Harapan yang terus diperjungakan di masa uzur.

Tidak ada jaminan sosial hari tua yang melindungi dirinya. Semestinya semua ini menjadi tanggung jawab negara yang memberikan jaminan sosial kepada setiap warga negara. Hingga saat ini polemik masih mewarnai undang-undang jaminan sosial yang bakal menjadi payung hukum bagi warga negara menuntut hak mereka.

Ditengah hiruk pikuk persoalan jaminan sosial. Bapak pedagang buku keliling itu tidak lagi menggantungkan harapannya kepada negara. Negara tidak pernah peduli kepada rakyat kecil seperti dirinya. Ketidakpedilan itu membuat ia terlonta-lonta kian kemari.

Meskipun demikian, semangatnya tidak pernah redup di usia yang sudah senja. Dengan semangat tersebut jiwanya terlihat muda walau dibungkus tubuh nan renta.

Selamat Berjuang Pak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s