Ngepos via Hape

Galau Lagi… Galau Lagi…

Aku tidak ingin kebahagianku direnggut oleh rasa takut. Ketakutan yang tidak menentu. Ketakutan yang tumbuh dari kegalauan hati.

Ini bukan lagi jiwa-jiwa yang tenang. Kegelisahan selalu mewarnai setiap alur pikiran. Imajinasi tidak lagi berbuah menjadi kreativitas. Hidup semakin penuh dengan tantangan. Mampukah jiwa ini bertahan menghadapi gangguan yang datang silih berganti.

Saya harus menjawab mampu. Mampu tidak mampu harus mampu. Motto memaksa seperti itu harus saya tanamkan secepat mungkin agar siap menghadapi berbagai tantangan kedepannya.

Masa kini saya seakan direnggut oleh kesalahan masa lalu. Bukankah saya pernah menekankan ambillah keputusan atas berbagai pilihan, tapi jangan pernah menyesali keputusan itu. Walau yang kita putuskan tidak sesuai dengan harapan.

Sayang penyesalan atas keputusan yang saya ambil masih terselip di dalam hati. Mungkin karena perihal tersebut penyebab kegalauan yang terasa belakangan ini. Atau mungkin karena lain hal.

Tidak dapat dielakan lagi bahwa Tuhan sang pemilik hati mempunyai maksud atas segala apa yang terjadi pada segumpal darah dalam tubuhku ini. Sumua ada hikmahnya, tergantung dari sudut mana kita memandangnya.

Galau bukan berarti menguluh. Kita boleh dilarang untuk mengeluh, tapi tidak boleh dilarang merasakan pahitnya kegalauan. Galau adalah salah satu gangguan hati yang dapat disembuhkan dengan mendekat pada penciptaNYA. Mungkin saya kurang dekat kepadaNYA, sehingga kegalauan ini datang lagi.

Yaa Allah dekatkanlah hatiku ini disisiMU.

Salam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s