Ngepos via Hape

Kalaupun bisa ditangkap hidup-hidup, kenapa harus dibunuh?

Tidak seperti biasanya, hari ini sedikit enggan untuk menanggapi segala pemberitaan yang tersebar di berbagai media, baik media cetak, media televisi dan media online. Habis sudah gerah saya mendengar hampir setiap hari mendengar kabar korupsi melulu. Dampaknya terasa di hari ini, untuk media mainstream tidak lagi mengudarakan kasus korupsi, tapi lebih banyak masalah berebut kursi menteri dan kematian khadafi.

Terkait hal ini saya pun tertarik dan penasaran dengan headline di media massa. Bukannya tertarik pada persoalan kursi menteri, tapi saya lebih penasaran dengan berita tewasnya khadafi. Pertama kali mendengar kabar tewasnya khadafi, saya kurang percaya. Barulah saya percaya bahwa ternyata berita itu benar setelah melihat gambar tewasnya khadafi di media online.

Tiba-tiba jantung saya berdegup kencang dan badan saya gemetaran setelah melihat pemimpin libya itu bersimbah darah. Saya sedikit terenyuh melihat gambar-gambar khadafi yang tewas secara tragis. Tidak sanggup rasanya melihat dengan mata telanjang kebrutalan manusia yang disulut dengan api amarah.

Menurut kabar, khadafi tertangkap hidup-hidup. Bahkan khadafi memohon agar tidak ditembak, lantas permohonan itu tidak terpenuhi karena ajal sang diktator libya itu sudah tiba massanya di tangan pemberontak. Walaupun semua manusia melewati kematian, namun terkait kasus ini cukup prihatin juga saya mendengar akhir dari kisah kepemimpinan di libya.

Sesungguhnya saya tidak ingin menuliskan kabar ini dari sisi politik. Saya lebih tergugah untuk melihat dari kacamata kemanusian.

Sikap yang dipertontonkan pemberontak kepada mantan presiden mereka sungguh miris sekali. Kalaupun bisa ditangkap hidup-hidup, kenapa harus dibunuh?

Itulah pertanyaan yang selalu mengganjal di hatiku. Beginilah perang, semua penuh dengan kebencian dan kekerasan. Dari dulu hingga sekarang dan mungkin sampai kedepan nafsu berperang tidak akan musnah dari diri manusia.

Mungkinkah segala perang di dunia ini bisa berakhir? Spertinya tidak..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s