Ngepos via Hape

Empat Tahun Bersama Facebook

by Gusti ‘ajo’ Ramli on Friday, October 7, 2011 at 9:01pm

Tiba-tiba saja saya kangen merangkai kata di rumah yang dibangun oleh Mark Zuckerberg ini. Tak terasa sudah empat tahun saya bergabung disini. Fitur facebook terbaru memungkinkan penggunanya mengetahui atau mengingat kapan pertama kali mendaftar di facebook.

Sejujurnya saya sudah lupa kapan mendaftar di jaringan sosial yang menduduki peringkat 2 dunia versi alexa. Semenjak ada fitur timeline yang barui, saya kembali tahu kapan pertama kali mengikuti jaringan sosial facebook. Tidak hanya itu, apa yang terjadi semenjak saya mendaftar dapat terlihat lagi baik berupa status, catatan, foto dan komentar-komentar.

Tanpa kita sadari, aktifitas yang kita lakukan saat berfacebok-an terekam sangat rapi. Buktinya data-data empat tahun yang lalu masih tetap bisa diakses hingga kini.

Bagi sebagian orang facebook bukan lagi wilayah publik. Hal itu terindikasi dari seringnya para pengguna facebook mengumbar privasi mereka di media sosial ini. Entah disengaja atau tidak, banyak yang menebar aib mereka sendiri di facebook. Bahkan mereka terjebak dalam dunia jaringan sosial ini sehingga lupa waktu.

Facebook tumbuh sebagai media sosial yang dengan mudah menenggelamkan pamor friendster yang dulu menguasai pasar. Kini friendster yang dulu sangat ngetop itu telah bermetamorfosa menjadi game online.

Perkembangan facebook yang kian melejit membawa inspirasi bagi sebagian orang dengan mendirikian berbagai aneka jejaringan sosial yang hampir serupa dengan facebook. Ada yang membawa isu agama, isu gender dan isu primodialisme sebagai konsep media sosial mereka. Ada yang masih eksis dan ada juga yang tidak mampu bertahan.

Dalam skala besar, hadir google+ sebagai kompetitor dari monopoli facebook di dunia jejaringan sosial. Sebelumnya Twitter telah meraup sukses dengan mengemas konsep jejaringan sosial yang berbeda. Keberadaan Google+ mengangkat isu privasi yang selama ini menjadi titik lemah dari facebook. Kenyamanan privasi yang disuguhkan oleh google+ membuat facebook makin sibuk berbenah.

Dari beberapa informasi yang saya peroleh, ternyata selama ini facebook secara sengaja merekam tingkah laku penggunanya dalam berselancar di internet. Kabarnya facebook mempunyai teknologi yang bisa mengetahui gerak-gerik penggunanya. Walaupun telah logout dari facebook, tetap saja apa yang dilakukan penggunanya masih dapat terpantau oleh facebook. Bisa saja data-data yang didapat disalahgunakan untuk kepentingan bisnis dan kepentingan lainnya.

Sekarang persoalanya terletak kepada kita sendiri sebagai pengguna. Semestinya kita harus bijak menggunakan media sosial, apapun itu baik facebook, twitter maupun media sosial lainnya.

Iklan

3 thoughts on “Empat Tahun Bersama Facebook

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s