Ngepos via Hape

Menggapai Bahagia Lewat Menulis

Ingin sekali saya menulis tentang bahagia. Bicara soal bahagia sama artinya dengan membicarakan keinginan semua orang. Siapa yang tidak ingin bahagia? Sepertinya tidak ada orang yang mau merasakan ketidakbahagian.

Kebahagian adalah harapan setiap orang. Untuk mencapai rasa bahagia itu tidak semudah membalikan telapak tangan. Jika ingin bahagia, maka banyak faktor-faktor yang mesti terpenuhi.

Faktor yang menyebabkan kebahagian itu bagi setiap orang berbeda-beda. Ada orang yang merasa bahagia dengan harta yang diperoleh. Ada pula yang bahagia bersama keluarga mereka walau hidup serba kekurangan.

Bicara soal bahagia bukan membicarakan soal apa yang dimiliki. Tapi bahagia terletak di dalam hati. Hati yang damai akan memperoleh ketenangan yang luar biasa, sehingga bisa menggapai bahagia.

Bahkan saya mengangkat tema bahagia di blog sederhana ini. Dengan mengangkat motto “menggapai bahagia dengan menulis. Setelah bergelut beberapa bulan dengan dunia tulis menulis di blog, akhirnya saya mempertanyakan motivasi saya menulis.

Setelah direnungkan, saya menyadari bahwa ada sesuatu kenikmatan tersembunyi dalam dunia tulis menulis. Rasanya ada kebahagian ketika bisa melepaskan segala gundah dan keluh kesah lewat tulisan. Tapi tidak semua tulisan yang bisa membawa kepada kebahagian. Terkadang di beberapa tulisan malah terkesan ada beban yang tidak bisa dilepaskan.

Beban itu layaknya seperti beban yang ada dalam pikiran. Beratnya beban dalam pikiran itu bisa menyebabkan stres. Bila telah mengalami stres, maka penyakit lain dengan mudah menyerang.

Upaya untuk menghadang semua itu adalah membuang beban tersebut dengan selalu melatih diri untuk selalu menulis. Menulis dengan ikhlas akan mengantarkan kita menuju kebahagian yang hakiki. Tak salah kiranya dengan menulis akan memberikan kebahagian. Untuk itu, menulislah dengan harapan dapat menggapai kebahagian.

Iklan

7 thoughts on “Menggapai Bahagia Lewat Menulis

  1. Bahagia berasal dari dalam diri kita sendiri, terkait dengan perasaan. Bukan berupa materi, harta ataupun kemewahan, kerana semua itu bisa lenyap. Sementara menulis merupakan ungkapan yang timbul dari dalam diri kita yang diwujudkan ke dalam sebuah tulisan. Sebuah tulisan bisa saja mewakili perasaan dari orang yang menulisnya. Ketika dia puas tulisannya jadi dan mendapatkan apresiasi, maka dari situlah kemudian kebahagiaan muncul.

    Suka

  2. Kebetulan tadi disekolah pas debat tentang pengorbanan pas pelajaran religiustas sempat membahas tentang kebahagiaan. Pada intinya, menurut saya kebahagiaan adalah keadaan dimana saat lahir maupun batin kita bisa bebas tersenyum. (Silahkan dimaknai sendiri). hehe..

    Salam kenal 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s