Ngepos via Hape

Kapan Pertama Kali Mengenal Agama

Ada sebuah pertanyaan yang tiba-tiba datang ke otak saya, yaitu; Kapankah pertama kali saya kenal dengan agama?

Semasa kecil saya tidak pernah tahu apa yang dinamakan agama. Bahkan sampai sekarang saya tidak tahu arti agama.

Seingat saya banyak sekali cerita-cerita nabi yang mewarnai masa kecil. Paling populer itu cerita 25 nabi. Masing-masing nabi mempunyai kekuatan dan keistimewaan yang berbeda.

Satu hal yang sama dalam persepsi masa kecil saya tentang nabi tersebut, yakni semua nabi menganut islam. Tak pernah terpikirkan sebelumnya jika nabi isya adalah utusan bagi umat nasrani. Begitu pula dengan nabi musa yang merupakan pembimbing umat bani israil. Tahunya hanya nabi Muhammad yang merupakan utusan Allah bagi semua umat. Nabi penutup yang diberi wahyu kitab suci alquran. Nabi yang menyebarkan islam ke penjuru masyarakat arab yang jahiliyah.

Saya mencoba mengingat, kapan saya pertama kali kenal dengan agama. Sedari kecil mungkin saya telah didik dengan ajaran-ajaran islam. Misal, saat sore pergi mengaji ke surau. Ketika balig diwajibkan melaksanakan ibadah shalat. Bukan berarti semenjak saya dikenalkan dengan islam sudah berarti saya kenal dengan agama. Tidak.

Terkadang beda agama seakan beda tuhan. Persepsi demikian muncul jika menganggap bahwa agama itu terkotak-kotak. Jika agamanya A maka tuhannya A, bila agamanya B maka tuhannya B dan seterusnya. Lantas, patutkah mengkotak-kotakan agama seperti itu.

Disini saya tidak bicara soal agama yang benar dan agama yang salah.

Jauh sebelum kita terlahir, “ikatan” dengan tuhan sudah terjalin. Bagaimana interaksi dengan tuhan adalah soal keyakinan. Kalaupun tuhan sudah memberikan petunjuk kepada ciptaan-NYA untuk memeluk agama, maka itu adalah pilihan yang sudah ditetapkan-NYA.

Mungkin selama ini surga diklaim hanya dihuni oleh orang-orang yang baragama tertentu saja. Bahkan ego beragama datang dari setiap penganut agama. Kita tahu bahwa setiap agama lahir pemikiran-pemikiran fundamentalis. Apapun agamanya bakal ada pemikiran fundamentalis disana. Akan lebih berbahaya jika pemikiran fundamentalis ini mengarah pada tindakan kekerasan. Bukankah agama tidak mengajarkan tindakan kekerasan.

Entah kenapa, masih ada tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama? Masihkah agama dijadikan tumbal?

Iklan

3 thoughts on “Kapan Pertama Kali Mengenal Agama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s