Ngepos via Hape

Sarapan Gratis

Pagi terasa dingin. Tidak seperti biasanya, pagi yang selalu dicerahi oleh mentari pagi. Namun, pagi ini tidak ada lagi mentari. Hanya mendung yang mendominasi langit-langit. Tak pelak mendung menebarkan hawa dingin yang menusuk hingga tulang.

Salah satu penawar dingin di pagi ini adalah dengan meneguk segelas teh telur hangat. Sebagai pelengkap, tak cukup rasanya jika tidak ditemani dengan sepiring ketupat.

Menu diatas mampu mengusir hawa dingin ditengah cuaca yang kurang bersahabat ini. Tak ketinggalan seporsi sala bulek yang menambah nikmat memakan ketupat. Ditambah lagi dengan kerupuk jangek (kulit) dan piyek kecang (keripik kacang).

Tak lama setelah menghabiskan sepiring ketupat, datanglah satu rombongan pesepeda yang berkisar 15 orang. Rombongan tersebut juga memesan beberapa piring ketupat ditambah teh telur dan teh manis. Kedatangan rombongan telah membuat suasana lapau menjadi riuh.

Ketika mau pulang, rombongan pesepeda tadi membayar sarapan kami. Rezeki ndak mungkin ditolak, setengah basa basi saya menolak tawaran mereka. Padahal dalam hati bilang gak apa-apa. Akhirnya mereka tetap membayar sarapan kami.

Secara pribadi rombongan tadi tidak ada yang mengenal kami. Tapi ada beberapa diantara mereka yang kami tahu. Walapun kami tahu siapa mereka, tidak berarti mereka kenal kami.

Tidak apa-apa, meskipun tidak kenal yang penting biaya sarapan kami sudah mereka bayar. Jadi, di pagi nan mendung ini ternyata kami mendapatkan sarapan gratis. Sarapan yang dibayar oleh orang yang tidak kami kenal.

Selamat Sarapan.

Iklan

2 thoughts on “Sarapan Gratis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s