Ngepos via Hape

Bersahabat Dengan Penghuni Neraka

Pagi ini status facebook seorang motivator membuat saya tergerak untuk menanggapinya. Dalam status tersebut ada pilihan untuk memilih sesuatu yang menarik.

Jika seandainya ada orang yang bisa kembali dari surga dan neraka, maka siapakah yang akan menjadi sahabat yang lebih menarik? Apakah orang yang dari surga atau neraka? Demikianlah isi dari status facebook dari motivator tersebut.

Sampai saat ini terdapat 2371 komentar dan 3484 yang menyukai status ini. Ada yang memilih sahabat dari neraka dan ada pula yang memilih sahabat dari surga. Berbagai macam pertimbangan terlontar dari para fecebooker dalam memilih dua pilihan itu.

Bicara soal surga dan neraka, saya kemudian teringat dengan tulisan robohnya surau kami yang dikarang oleh A. Navis. Sebuah kisah seorang yang taat beribadah, tapi masih saja terjerumus kedalam neraka.

Bila saya memakai teori Rabiah al Adawiyah, maka saya tidak akan memilih naraka dan tidak pula memilih surga. Neraka adalah penebar ancaman yang membuat cinta kita terpaksa kepada tuhan. Sementara, surga merupakan kemewahan yang menjadikan cinta kita tidak tulus dan selalu mengharapkan imbalan. Jadi, pilihannya tidak ada sama sekali, kecuali pilihan cinta kepada Allah SWT.

Bagaimanapun saya harus memilih diantara sahabat dari neraka atau sahabat dari surga.

Dalam al quran sudah digambarkan bagaimana rupa surga dan seperti apa angkernya neraka. Satu-satunya makhluk yang telah memesan tempat di neraka adalah setan. Dengan tiket khusus itu setan meminta keistimewaan untuk diberi kemampuan agar membujuk anak cucu adam untuk menghuni neraka.

Sementara Allah juga sudah menjanjikan surga kepada umat-NYA yang bertaqwa. Bahkan beberapa sahabat nabi telah dijamin mendapatkan tempat di surga.

Nah, jika ada orang yang bisa kembali dari surga dan neraka. Manakah sahabat yang paling menarik. Bayangkan saja seorang yang bernama si Ner yang merupakan jelmaan setan dan seorang lagi bernama si Sur yang merupakan jelmaan dari sahabat Nabi. Tentu kedua-duanya akan menarik untuk dijadikan sahabat. Sebab kita dapat mengenal kehidupan si Ner dan si Sur yang amat sangat berbeda.

Bila keduanya bercerita tentang pengalaman hidup mereka masing-masing. Maka kita akan menemukan cerita yang menyeramkan dari si Ner yang dapat membuat bulu kuduk merinding seketika. Namun, kita akan mendengarkan cerita yang indah dari si Sur yang telah menggapai kesenangan dan bahagia di surga.

Dari kedua cerita yang berbeda itu kita akan dimotivasi untuk mencapai satu tujuan, yakni surga. Mendengar cerita dari si Ner sang penghuni surga maka akan ada keengganan untuk pergi ke sana dan ingin pergi ke surga. Ketika mendengar cerita si Sur, maka ada dorongan untuk mengikuti jejak langkah si Sur yang bisa menikmati sungai yang dialiri air susu di surga.

Jadi, kedua kisah itu akan mendorong kita untuk pengen ke surga.

Pertanyaan kemudian adalah dari sudut pandang manakah diri kita dapat terlecut untuk menggapai surga. Apakah dari cerita si Sur atau cerita si Ner? Disitulah kita dapat memilih sahabat yang lebih menarik.

Salam Surga dan Salam Neraka

Iklan

4 thoughts on “Bersahabat Dengan Penghuni Neraka

  1. bila segala sesutau nya kita niatkan Ikhlas beribadah dan hanya mengharap keridhaan ALLAH semata, INSYAALLAH keselamatan dunia akhirat dna balasan dari ALLAH , tentu dengan keridhaannya yang akan kita dapat, semoga

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s