Ngepos via Hape

Bencana di Panti Jompo Tresna Werdha

Pertama kali mendengar berita tentang panti sosial tresna werdha, langsung tak kuasa saya menahan air mata. Sontak saya menangis melihat kondisi yang tak sepantasnya mereka terima.

Kemana anak-anak mereka? Siapa yang mengurus mereka? Kenapa mereka bisa hidup di tempat yang tidak layak huni? Apakah kepikunan mereka menjadi alasan diterlantarkan oleh keluarga dan negara.

Pagi ini, saya menyaksikan lagi kabar tentang panti jompo yang berada di pare-pare. Seorang ustad berlinang air mata memanjatkan doa terhadap mereka yang telah diterlantarkan di rumah jompok milik pemerintahan ini. Salain itu, pembawa acara juga tak sanggup pula menahan tangis. Hati saya kembali sedih menyaksikan perkara yang kurang manusiawi ini.

Sepupu saya pernah berkata bahwa ketika kecil seorang anak dirawat oleh orang tua, takkala orang tua sudah uzur maka giliran anak yang merawat orang tua. Hal demikian tidak berlaku bagi para jompo yang di pare-pare tersebut. Mereka tidak akan berharap lagi kepada anak-anak mereka.

Satu-satunya tumpuan harapan mereka adalah negara. Namun, apalah daya. Negara terlalu “sibuk” untuk mengurus mereka. Konstitusi sudah menjamin para jompo seperti mereka dipelihara oleh negara. Sayang konstitusi menjadi kitab suci tak benyawa. Konstitusi hanya aturan tertulis yang sangat sulit untuk ditegakan.

Keterbatasan dana menjadi faktor klasik kenapa panti jompo di pare-pare itu terbiarkan begitu saja. Tidak bagusnya manajemen pengelolaan panti telah memporak-porandakan sisi kemanusian di rumah jompo tersebut.

Lagi-lagi, saya tidak bisa menerima alasan dari kepala dinas sosial setempat yang menyatakan bahwa apa yang ditayangkan TV One cuma kamar isolasi. Di kamar isolasi tersebut para jompo sudah mirip dengan anak-anak yang tidak tahu apa-apa. Jadi, kondisi kamar isolasi yang kumuh dianggap “wajar” ditempati oleh mereka yang sudah pikun karena kekotoran itu ulah para jompo sendiri.

Disisi lain, saya mengapresiasi respon kadis sosial setempat yang langsung mencoba untuk melakukan pembenahan. Sekarang pekerjaan yang jauh lebih berat adalah membenahi agar sisi kemanusian kembali tegak di panti jompo tresna werdha, pare-pare, Sulawesi.

Salam.

Iklan

One thought on “Bencana di Panti Jompo Tresna Werdha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s