Ngepos via Hape

Lebaran Nan Galau

Aku tak tahu harus memulai darimana catatan ini. Kebingungan semakin menjadi-jadi. Sepertinya otak ingin berhenti untuk berpikir. Namun, ada sesuatu dorongan untuk tetap semangat. Ya, semangat dalam menulis. Menuliskan kisah cinta dalam hidup ini.

Ditengah kebingungan tersebut, segerombolan nyamuk menghampiri telingaku. Mereka seakan membisikan kejujuran. Akupun terhenyak mendengar dengungan ribuan nyamuk yang serentak menuntun aku untuk jujur. Jujur dalam merangkai nada-nada kehidupan ini lewat sebatang pena.

Aku tak mampu berkata apa, selain kata galau. Sejujurnya kata ini sangat tepat merepresentasikan diriku saat ini.

Selamat Tinggal Ramadhan

Bagiku, ramadhan tahun ini terasa beda dengan tahun sebelumnya. Bulan ramadhan kali ini bertepatan dengan hari ulang tahunku. Kado spesial yang aku peroleh adalah sebuah kegalauan di dalam hati.

Entah apa penyebab dari kegaluan yang mendera hati. Secara ritual, ibadah yang saya lalui dalam bulan ramadhan tahun ini tidak lebih bagus dibandingkan sebelumnya. Seiring dengan bertambah umur, ibadah semakin kacau. Tanpa aku sadari, aku menjauh dari sisi-NYA.

Ketidakmampuan mengontrol dan mengenal diri telah membuat aku terjebak dalam lingkaran yang membingungkan.

Terlalu sering aku memprotes dan mengkritisi ceramah ustad di mesjid. Kengganan untuk melakukan ibadah sunnah sebelum menunaikan ibadah wajib. Terjebak pada cinta dunia dan akhlak yang belum terpelihara. Serta tak kuasa mengaplikasikan sabar, ikhlas dan syukur dalam diri. Semua itu merupakan asal muasal aku dihampiri kegalauan.

Ramadhan tahun ini tidak mampu merubah segala perangaiku secara signifikan. Tapi aku akan terus mencoba untuk berubah menjadi lebih baik.

Tepatnya saya menyebut ramadhan tahun ini sebagai ramadhan nan galau. Bulan yang membuat aku terlalu kuatir atas perjalanan hidup yang penuh lika liku. Meskipun begitu, jalan panjang mesti dilalui. Tidak bisa tidak, karena suratan takdir menanti dan ramadhan tahun ini telah pergi.

Selamat tinggal ramadhan. Aku tak mampu memaknai bulan ini sebagai bulan penuh berkah. Tetesan noda masih membasahi keindahanmu, oh bulan nan suci.

Kepergianmu tak membuat air mataku menetes. Bukannya aku tak sedih di tinggal dirimu. Sebenarnya aku merasa pilu ditinggal bulan penuh ampunan ini. Kesedihanku tidak terletak dimataku, tapi terletak dihatiku.

Sekali lagi, selamat tinggal ramadhan. Semoga tuhan memberikan kita kesempatan untuk bersua kembali.

Memaafkan Diri Sendiri

Ketika gema takbir berkemundang, saat itu pula umat muslim bersuka cita menyambut kemenangan. Setelah sebulan bertarung melawan diri, tibalah saatnya memetik buah kemenangan.

Perbedaan dalam merayakan hari idul fitri tidak menghalangi setiap insan menyongsong kemenangan. Kemenangan yang disorakan dangan kata-kata maaf. Kemenangan yang membuat tali silahturahmi semakin terjalin.

Begitulah indahnya hari nan fitri. Dengan sedikit sentuhan budaya, lebaran menjelma menjadi ritual tahunan yang tak bisa ditinggalkan. Silahturahmi dengan bermaaf-maafan terasa sakral di awal bulan syawal ini.

Apa arti kemenangan tanpa memaafkan? Memaafkan orang lain itu sangatlah mudah, tapi memaafkan diri sendiri teramat sulit.

Ketidakmampuan memaafkan diri membuat kegalauan datang kembali. Tahun ini aku tidak mendapatkan “feel” lebaran. Padahal nikmat yang diberikan-NYA jauh lebih besar dari nikmat sebelumnya. Mungkinkah perasaan itu akibat dari tak bisa memaafkan diri sendiri.

Mungkin saja, sebab sebulan penuh aku tidak menemukan jati diriku. Aku terlena dengan kehidupan fana. Aku terjebak dalam imajinasi sesat. Terkadang nafsu mulai berangsur menguasai diriku.

Rasanya tak layak aku merayakan kemenangan. Kemenangan yang tak dapat aku raih. Tahun ini adalah lebaran nan galau dan penuh dengan kegundahan. Semoga kegalauan ini cepat berlalu.

Salam Lebaran.
Mohon Maaf Lahir Batin

Iklan

3 thoughts on “Lebaran Nan Galau

  1. what mean galau,like this…..
    semua masalah ada jawabannya, cobalah awak untuk mendekati ama tuhan…karena dialah segala sumber jalan keluarnya sebagaimana yg ambo tulis lirik berikut ini:

    or

    or

    thanks

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s