Ngepos via Hape

Anak Yang Berdekil

Tertegun saya melihat anak sekecil itu berlari diantara selah pertokoan. Dengan mengenakan celana setengah panjang anak tersebut melempar senyum ke semua pengunjung pasar.

Tak peduli apa yang terjadi disekitarnya, bahkan kiamat sekalipun ia gak bakal peduli. Yang namanya main tetap jalan terus. Tak sehalaipun baju melekat didadanya, namun ia tetap tak peduli.

Keasyikan bermain telah membuat sekujur tubuhnya dibanjiri dekil yang kian mengering. Kulit yang tadinya putih tampak menjadi kelabu. Terik matahari tak mempan lagi menggosonkan badanya. Sebab, sudah terlanjur menghitam ditutupi dekil.

Kotor. Itulah kata yang cocok menggambarkan kondisi anak ini. Meskipun terbiasa hidup berkumuh-kumuh tetap saja penyakit gak menyerang dirinya. Beda hal dengan anak yang terbiasa hidup di tempat bersih, sekali berkotor-kotor langsung terkena penyakit.

Mungkin kadar imun anak yang hidup di jalanan lebih besar dari pada imun anak rumahan yang terbiasa bersih.

Disinilah letak keadilan Tuhan. Mereka yang kurang beruntung secara materi dan hidup di tempat kotor diberi rezeki kekebalan tubuh lebih kuat dibandingkan dengan saudara mereka yang beruntung secara materi.

Sayang kita kurang peka terhadap jenis rezeki seperti ini karena terlalu fokus kepada rezeki berbentuk materi.

Semoga Tuhan melapangkan rezeki kita semua.

Salam Rezeki.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s