Penting Gak Yaa

Tiga Hari Raya Idul Fitri

Perbedaan tidak seharusnya membuat kita saling bermusuhan dan berlawanan. Perbadaan adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat dielakan. Termasuk diantaranya berbeda dalam melaksanakan shalat idul fitri.

Sepanjang perbedaan itu tidak menyangkut masalah akidah, maka sah-sah saja.

Hampir tiap tahun elemen bangsa ini melaksanakan shalat idul fitri secara berbeda. Tidak adanya titik temu membuat setiap ormas keagamaan menjalankan hari raya berdasarkan kepercayaan mereka masing-masing. Negara yang semestinya menjadi pemersatu tak mampu berbuat apa-apa.

Walaupun hampir tiap tahun berbeda dalam perayaan idul fitri, sepertinya tidak ada pergesekan yang berarti diantara ormas islam. Semuanya masih memaklumi perbedaan dalam hal ini.

Contohnya saja pada tahun ini. Penganut tarekat naqsabandiyah telah menunaikan shalat idul fitri hari ini, sementara kaum muhammadiyah merayakan lebaran esok hari. Kemungkinan pengikut Nahdatul Ulama akan menjalankan idul fitri lusa.

Jadi, tahun ini ada tiga perbedaan waktu dalam melaksanakan shalat idul fitri. Selama itu masih dalam masalah syariah, bukan akidah maka ketiga waktu tersebut dapat kita sesuai dengan pemahaman dan kepercayaan kita.

Tiga hari lebaran bukan merupakan hal yang asing lagi di Indonesia. Bertahun-tahun sudah kita mengalaminya. Sepertinya tahun ini bakal terulang lagi seperti tahun lalu.

Harapannya setiap elemen ormas islam bersepakat bahwa idul fitri jatuh pada hari yang sama. Sehingga kita dapat merayakan hari nan fitri ini secara.

Salam
Minal Aidin Wal Faizin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s