Ngepos via Hape

Melatih Anak Melakukan Ibadah Sosial

Tiba-tiba anak kecil itu menerobos masuk ke bawah selangkangan ayahnya yang sedang shalat jum’at. Berkali-kali ia bolak balik merangkak diantara dua paha yang dibalut sarung berwarna coklat yang dikenakan sang ayah.

Bocah tak berdosa tersebut semakin asyik bermain sepanjang barisan syaf yang tersusun lurus dan rapat. Sesekali ia memanggil bapaknya yang seakan enggan untuk merespon panggilan dari si anak. Namanya saja anak-anak, gak bakalan tahu dia bahwa tindakan demikian telah mengganggu kekhusyukan jamaah lain dan ayahnya.

Bagi orang tua, anak ibarat malaikat yang yang diturunkan dari langit. Sekarang “malaikat” itu menjelma sebagai penggoda dan penguji kesabaran sang ayah, lalu si anak dititahkan untuk menguji kehusyukan shalat para jamaah lain.

Seringkali orang tua membawa anak mereka yang belum balig ikut serta menunaikan shalat berjamaah di mesjid. Dengan mengajak shalat berjamaah dianggap akan melatih si anak supaya rajin beribadah, apalagi shalat berjamaah di mesjid.

Logika demikian merupakan faktor dan alasan bagi orang tua mendidik anak mereka agar taat beribadah. Mungkin alasan lain dari ikut sertanya anak yang belum balig shalat berjamaah di mesjid karena tidak ada yang mengasuh anaknya jika ditinggalkan sendirian di rumah.

Mendidik anak agar rajin beribadah dipengaruhi oleh berbagai faktor. Diantarnya faktor lingkungan dan faktor dari orang tua mereka sendiri. Untuk mendidik mereka perlu proses dan penyesuaian dengan umur mereka. Ketika si anak belum balig, maka belum sepantasnya dipaksa mereka untuk ibadah ritual. Agama juga belum mewajibkan anak yang belum balig menjalankan perintah agama, seperti shalat juma’at.

Gunakanlah pendekatan yang membuat mereka mengerti arti penting dari ibadah. Misalnya, mengajarkan anak menjaga kesehatan dan membuang sampah pada tempatnya. Bukankah menjaga kebersihan itu merupakan bagian dari perintah agama.

Ketika si anak belum diwajibkan melakukan ibadah ritual, maka ajarkanlah kepada mereka ibadah sosial. Menjaga kebersihan adalah salah satu bentuk dari ibadah sosial. Banyak lagi berbagai aneka macam ibadah sosial lainnya yang perlu diterapkan kepada anak-anak.

Kasus anak-anak yang mengganggu orang tua mereka shalat seperti yang saya uraikan diawal tulisan dapat menjadi contoh bahwa orang tua masih mengedepakan pendidikan ibadah ritual kepada anak yang belum balig. Sehingga secara tidak sadar orang tua mengesampingkan pendidikan ibadah sosial kepada anak mereka.

Salam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s