Penting Gak Yaa

Sudahkah Anda Membayar Zakat?

Sudahkah kita menghitung harta, pendapatan dan pengeluaran selama ini? Bagi mereka yang tiap hari ngitung pendapatan dan pengeluaran mereka tentu sudah mengetahui sebarapa banyak harta yang dimiliki. Namun, bagi mereka yang ngitung tiap bulan ataupun tiap tahun harus sibuk-sibuk dulu buat ngitung.

Jika sudah, apakah harta yang dimiliki sudah mencapai ketentuan untuk dapat dikeluarkan zakatnya. Kalau sudah mencapai nisab, maka saatnya mengeluarkan zakat. Jika belum, masih ada ladang untuk membagi kepada saudara kita yang kurang mampu, yakni melalui sedekah dan infak.

Kalau dipikir-pikir zakat yang dikeluarkan hanya sebesar 2,5% dari pendapatan bersih, setelah dipotong dengan berbagai pengeluaran. Jumlah sebanyak itu rasanya sangat adil dikeluarkan zakatnya oleh mereka yang memiliki harta berlebih.

Berangkat dari pengalaman, banyak orang-orang yang mampu secara finansial dan layak mengeluarkan zakat kurang memahami perhitungan zakat. Kalau mereka sadar zakat, tentu tanpa dikomandoi akan mencari tahu berapa zakat yang harus mereka bayar. Sementara mereka yang tidak sadar zakat akan mengabaikan kewajiban untuk mengeluarkan zakat. Lebih parah lagi, mungkin ada yang mengelak untuk bayar zakat, karena sudah membayar pajak kepada negara.

Potensi zakat yang begitu besar di negeri ini tidak akan bisa digarap jika pemerintah dan masyarakat tidak peduli dengan zakat. Di sisi pemerintah terdapat keengganan untuk memaksa memungut zakat, sebab negara sudah memaksa untuk memungut pajak. Sementara untuk zakat pemerintah tidak dapat melakukan paksaan selayaknya pemaksaan membayar pajak. Pemerintah hanya bersifat menghimbau setiap warga negara yang muslim untuk mengeluarkan zakat. Himbauan tersebut tidak semuanya menyentuh hati setiap masyarakat, apalagi masyarakat kelas atas yang nilai zakatnya amat besar. Begitu pula dengan kelas menengah yang terkadang ada yang kurang peduli dengan zakat.

Dinamika lain terkait soal zakat di negeri ini adalah soal pengelolaan zakat. Pemerintah sendiri mempunyai lembaga khusus dalam mengelola zakat, yakni Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Sementara di daerah-daerah juga berdiri BAZDA sebuah badan amil zakat “plat merah” level lokal. Di samping itu, kita menemukan badan amil zakat “plat hitam” seperti lembaga zakat Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, PKPU dan lembaga zakat lainnya.

Sayang tidak semua masyarakat yang menyalurkan zakatnya kepada badan amil zakat tersebut. Sebagian masyarakat lebih memilih menyalurkan zakat sendiri-sendiri atau secara langsung. Di televisi kita masih menyaksikan fakir miskin antri menerima zakat, ada yang terinjak-injak bahkan ada yang sampai meregang nyawa karena berebutan zakat. Tentu kita akan merasa miris mendengar kabar tersebut.

Ketidakpercayaan kepada negara yang selama ini kepada pejabat pemerintah yang selalu diterpa kasus korupsi karena mencuri uang negara yang dipungut melalui pajak. Tentu kekhawatiran ini membuat para muzaki tidak percaya lagi menyalurkan zakatnya kepada badan amil zakat yang dikelola negara. Disisi lain, badan amil zakat dituntut profesionalitas dan akuntabilitas dalam mengelola zakat. Sehingga dengan mengedepankan transparansi itu, lembaga zakat mampu merebut hati para muzaki yang sebelumnya menyalurkan zakat secara individu dapat menyalurkan zakatnya kepada lembaga amil zakat.

Paling penting lagi adalah baik masyarakat muslim maupun pemerintah harus sadar dan peduli terhadap zakat. Karena zakat merupakan instrument untuk mensejahterakan dan berbagi kepada kaum yang kurang mampu. Janganlah zakat dipandang dari sudut agama saja, tapi mesti dipandang dari sudut sosilanya. Zakat dapat menjadi solusi untuk mengentaskan kemiskinan di negeri ini.

Marilah membayar zakat, karena zakat adalah saran bagi kita untuk bertaubat secara harta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Tunggu apa lagi, hitunglah harta anda dan tunaikan zakatnya bila sudah memenuhi ketentuan.

Salam Garam Manis

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s