Ngepos via Hape

Coba Untuk Tidak Memikirkan Sesuatu

Ternyata susah untuk tidak memikirkan apapun dalam keadaan sadar. Setelah mencoba beberapa kali, tatap saja tidak bisa berhenti berpikir. Lalu, saya coba untuk menutup mata, hasilnya tetap memikirkan sesuatu hal.

Barulah, takkala tidur semua pikiran itu berasa tidak ada. Hanya tidur yang mampu menghentikan semua pikiran yang ada di kepala. Di saat bangun tidur, segala pikiran itu kembali datang.

Dinamika demikian sama artinya kita mencoba hidup tanpa pikiran. Ternyata kita tidak bisa hidup tanpa pikiran. Kecuali bagi mereka yang mengalami gangguan jiwa atau gila. Orang gila tidak ada lagi beban dalam pikiran mereka.

Oleh karena itu, adanya kemampuan untuk berpikir itu dapat menjadi potensi yang dapat digali untuk berkarya.

Entah bagaimana cara otak bekerja, pastinya kita memiliki kemampuan yang dapat didayagunakan semaksimal mungkin.

Salah satunya menuliskan segala sesuatu yang tersimpan dalam pikiran itu. Meskipun susah untuk menuang menjadi kata, saya akan terus berusaha untuk menuliskannya. Menuliskan apa yang ada dalam pikiran, baik hal sepele maupun hal-hal rumit.

Salam Menulis

Iklan

4 thoughts on “Coba Untuk Tidak Memikirkan Sesuatu

  1. Hwaaa, saya suka postingan ini πŸ˜€ . Terutama yang di paragraf berikut.

    “Salah satunya menuliskan segala sesuatu yang tersimpan dalam pikiran itu. Meskipun susah untuk menuang menjadi kata, saya akan terus berusaha untuk menuliskannya. Menuliskan apa yang ada dalam pikiran, baik hal sepele maupun hal-hal rumit. Salam menulis.”

    Saya suka sekali dengan teman yang memiliki semangat menulis di dalam dirinya. Semoga saya pun demikian, selalu menulis. Amin… πŸ™‚

    Tetapi sebenarnya ada satu masalah dalam diri saya. Saya begitu mudah menuliskan pikiran saya tetapi agak susah menyampaikannya dengan lisan. Sering ketika saya berbicara, saya lupa apa yang ingin saya katakan atau kesulitan mencari kata yang pas ketika berbicara dengan seseorang. Tetapi tidak semua orang, hanya orang-orang tertentu dan saat dimana saya dituntut untuk banyak bicara, karena saya memang agak sedikit pendiam sebenarnya. Hmmm, saya berlatih keras untuk menjadi seseorang yang mampu berbicara dengan baik, semudah saya menulis. Apa kak Ajo ada kesulitan ketika menyampaikan pikiran melalui lisan? Mungkin bisa berbagi πŸ™‚

    *haha, kepanjangan komentarnya πŸ˜€

    Suka

    1. Makasih Risma, semoga semangat menulis menyertai kita semua….
      gpp kok komentarnya kepanjangan, kalau perlu dipanjangin lagi…. hihihihih

      Saya sih lebih sulit dua-duanya, antara menuliskan isi pikiran dan menyampaikan dengan lisan. Walaupun demikian saya akan terus berusah untuk bisa melakukan hal yang terbaik untuk kedua hal tersebut…

      Salam Hangat… πŸ™‚

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s