Ngepos via Hape

Upacara Tanpa Bendera

Semua orang memaknai merdeka secara berbeda. Seiring dengan itu pemahaman dan cara mewujudkan kemerdekaan juga tidaklah serupa. Dapat dikatakan tidak ada yang sama memberikan makna terkait dengan kemerdekaan.

Akan tetapi, sebagai makhluk sosial tentu hadir sebuah persepsi kolektif masyarakat memahami tentang kemerdekaan. Bicara terkait merdeka, maka ingatan masyarakat terungkit kembali kepada kisah heroik yang terjadi pada masa penjajahan dahulu. Akibatnya kata merdeka selalu dihubungakan dengan pergolakan melawan penjajahan.

Sebagian lagi, tidak memahami merdeka dengan romantisme masa lalu, melainkan menarik makna merdeka pada konteks kekinian. Sehingga makna merdeka menjadi kian beragam.

Merdeka tak ubahnya sebuah simbol untuk terlepas dari keterkekangan. Kebebasan menjadi kata kunci yang merupakan tujuan untuk lepas dari penindasan itu.

Selama bertahun-tahun kita larut dengan kemerdekaan yang sarat dengan serimonial. Subtansi dari kemerdekaan jarang menyentuh rakyat kecil. Ketimpangan sosial menyiratkan bahwa kemerdekaan malah memakmurkan ketidakadilan.

Satu hal yang bisa dinikmati rakyat kecil atas kemerdekaan negara ini adalah pesta tujuh belasan. Lomba panjat pinang, lomba makan kerupuk, tarik tambang, balap karung dan aneka lomba lainnya membuat mesyarakat larut dalam kegembiraan. Tujuh belasan merupakan pengobat luka bagi masyarakat atas masalah-masalah negara yang selalu dihiasi dengan berita miring dan kasus korupsi.

Kini pesta tujuh belasan tidak tampak lagi di berbagai kampung karena perayaan kemerdekaan tahun ini bertepatan dengan bulan ramadhan. Rasanya merayakan kemerdekaan tanpa pesta tujuh belasan ibarat upacara tanpa bendera. Meskipun demikian, tak tampak kesedihan di tengah masyarakat karena tidak adanya acara peringatan hari kemerdekaan.

Puasa mempu menjadi obat penawar bagi rakyat yang haus akan kemerdekaan. Tidak ada pusat keramaian yang bertumpu pada lomba panjat pinang. Keramaian hanya berpusat di mesjid-mesjid dengan ibadah shalat tarawih dan pesantren ramadhan.

Jadi, seharusnya bulan ramadhan ini menjadi momentum bagi kita untuk memaknai merdeka secara subtansial dengan melatih spritualitas. Berawal dari bulan ramadhan ini, kita berharap memaknai kemerdekaan tidak hanya sekedar serimonial saja.

Salam Merdeka.

Iklan

9 thoughts on “Upacara Tanpa Bendera

  1. Saya pribadi merasa bahwa kemerdekaan memang sebaiknya dipandang dlm konteks kekinian, agar kita tidak terjebak pada romantisme masa lalu sehingga lebih fokus (dan action) dalam mengadakan perbaikan-perbaikan….

    Salam kenal 🙂

    Suka

  2. sebenarnya apa makna kemerdekaan itu sendiri? apakah hanya perasaan damai tanpa masalah? ketenangan setelah puluhan tahun dalam penjajahan?
    kemerdekaan hanyalah sebuah awalan untuk memulai kehidupan baru. jika kita hanya diam tanpa melakukan sebuah gerakan. berarti kita harus siap kembali menatap datangnya penjajahan dalam kehidupan kita.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s