Ngepos via Hape

Transformasi Selera

Sesampai di rumah perut terasa lapar, tapi gak tau mau makan apa. Lagian cemilan juga tidak ada. Sehingga mau tak mau harus kembali “berpuasa” menahan nafsu lapar yang datang tiba-tiba waktu tengah malam.

Ketika kasak kusuk di dapur mencari makanan, malah ketemu dengan petai. Maksudnya pengen cari roti atau cemilan ringan lainnya. Namun, yang ketemu hanya petai. Dibandingkan dengan jengkol, petai hanya beda tipis dari saudaranya si jengkol.

Langsung saja saya ngiler ngeliat makanan satu ini. Sayang perut gak kepengen makan nasi, takutnya kalau dipaksakan makan nasi pakai petai maka otomatis sahur gak makan lagi.

Padahal, dahulu saya gak suka dengan petai tapi doyan sama jengkol. Sekarang malah terbalik, gak suka lagi dengan jengkol. Namun, lebih menyukai petai.

Hal itu hampir sama dengan pare. Dulu saya gak suka atau dibilang anti makan pare karena rasanya pahit. Setelah membaca dan mengetahui khasiat pare barulah saya berangsur-angsur mencoba makan pare. Lama kelamaan ketagihan dengan sayur yang pahit ini. Akan lebih nikmat lagi bila pare dimakan berbarengan dengan cabe merah.

Saya menyebut perubahan yang terjadi sebagai transformasi selera. Belakangan tidak hanya kedua komoditas diatas saja yang telah berubah rasanya di lidah saya. Ada lagi buah yang mengalami transformasi pada indra kecup saya.

Dulu saya sangat suka dengan durian. Jika ada durian, pantang sekali bagi saya untuk tidak memakannya. Seringkali berburu durian kedaerah lain hanya untuk melampiaskan nafsu selera pada buah yang berkulit runcing itu. Sekarang tak lagi gencar dan benafsu makan durian. Sudah dua kali musim durian telah terlewati. Intensitas makan durian di kedua musim tersebut tidaklah banyak. Kalau ada durian akan saya makan, kalau gak ada gak terlalu ngotot untuk mendapatkannya.

Inilah yang saya sebut dengan transformasi selera. Semoga dengan transformasi selera ini dapat melatih dan mengontrol nafsu, terutama nafsu makan, dalam diri saya.

Salam Selera

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s