Gak Penting Yaa

Tidak Usah Bersyukur, Bila Tersangkut di Lidah.

Mungkin sebagian dari kita sering atau mungkin pernah mengucapkan alhamdulillah ketika selesai makan. Apalagi, setelah kekenyangan langsung menyebut kata alhamdulillah. Atau sebagian muslim lainnya secara spontan menyebut alhamdulillah ketika mendapat rezeki nomplok. Dan banyak konteks lainnya yang sering menyebutkan kata yang berarti segala puji bagi Allah itu.

Apapun konteksnya, kata alhamdulillah merupakan bentuk syukur yang terucap oleh lidah baik secara sengaja maupun tidak. Bila dilempar sebuah pertanyaan tentang cara bersyukur, maka banyak yang menjawab bahwa caranya adalah cukup dengan menyebut alhamdulillah. Tak salah memang, karena dengan berkata demikian berarti kita telah mengingat Allah.

Namun, akan lebih bermakna lagi bila kita tidak hanya mengucapkan di lidah saja. Tapi mememahinya secara menyeluruh dengan menggali makna alhamdulillah sebagai bentuk syukur kepada Allah.

Saya mengklasifikasi cara bersyukur menjadi beberapa macam.

Pertama, bersyukur secara lisan. Cara ini seperti orang yang hanya mengucapkan alhamdulillah saja, tapi tidak mempraktekan apa yang diucapkannya dalam dunia nyata. Misalnya, seorang mendapat hadiah sebesar 100 juta. Lalu ia bersyukur dengan mengucapkan alhamdulillah. Seminggu kemudian ternyata uang yang didapat dibelanjakan untuk berfoya-foya dan berjudi, bukan membelanjakan sesuai dengan kebutuhan dan untuk hal yang bermanfaat. Jika demikian, berarti bentuk syukurnya hanya dilidah saja.

Kedua, bersyukur dengan cara menyelaraskan antara perkataan dan perbuatan. Misalnya, seorang bapak bersyukur telah dikarunia anak. Ia tidak hanya mengucapkan bentuk syukurnya kedalam bentuk kata-kata. Melainkan mewujudkan syukur tersebut dengan mendidik anak-anaknya dengan baik agar menjadi anak yang sholeha. Contoh lainnya, si anu mendapat gaji yang cukup besar. Dengan gaji yang besar itu ia tidak hanya membelanjakan untuk kebutuhannya saja, tapi mendermakan apa yang telah ia dapat kepada kaum dhuafa yang lebih memerlukan.

Syukur bukan produk instan yang cukup dengan menyebut alhamdulillah saja. Syukur adalah sebuah proses bagaimana kita menggunkan apa yang telah kita dapat untuk hal-hal yang bermanfaat. Bila kita mendapatkan uang sedikit, maka bersyukurlah walau itu terasa kurang. Jika kita mendapatkan uang yang banyak, maka bersyukurlah dengan menggunakan untuk hal yang bermanfaat atau dengan mensedekahkan rezeki tersebut kepada yang kurang mampu.

Berkali-kali Allah mengingatkan kita bahwa nikmat apalagi yang kalian dustakan. Allah melapangkan rezeki kepada sebagian, dan menyempitkan kepada sebagian lainnya. Rezeki yang sempit tidak berarti kita berpaling dangan tidak mensykurinya.

Okelah secara materi diberi rezeki yang sedikit, tanpa disadari secara non materi bisa saja Allah memberikan rezeki berlimpah yang tidak bisa diukur dengan uang.

So.. Mari kita mulai mempraktekan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sekedar terucap di lidah saja. Tapi harus mewujudkannya dalam kehidupan di dunia ini.

Salam.

Iklan

3 thoughts on “Tidak Usah Bersyukur, Bila Tersangkut di Lidah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s