Ngepos via Hape

Ulang Tahun di Bulan Ramadhan

Ramadhan kali ini terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu hal yang membuat bulan ini terasa istimewa, karena bertepatan dengan hari kelahiranku. Aku tidak terlahir pada bulan ramadhan, tapi bulan agustus persis di tanggal 14, dua puluh enam tahun silam. Sepanjang ingatanku, baru kali ini hari kelahiranku berbarengan dengan bulan ramadhan.

Selama ini perhitungan umurku berdasarkan kelender masehi, bukan kelender hijriah. Meskipun demikian,
kiranya tuhan memaklumi sebab muara dari usiaku dibatasi dengan ajal yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Sedikitpun kita (aku) tidak bisa menunda atau mempercepat kematian, walaupun itu sesaat seperti yang telah termaktub dalam Al quran surat an-nahl ayat 61.

Umur itu ibarat perputaran galaksi yang telah ditetapkan oleh tuhan sang pencipta. Ia berjalan sesuai dengan orbit dan fungsinya masing-masing. Sebagai manusia, kita harus memfungsikan diri untuk selalu menyembah sang pencipta sebagaimana galaksi yang sujud kepadaNYA. Namun, kita adalah makhluk berbeda karena telah dikaruniai potensi salah dan potensi benar.

Potensi salah itulah yang membuat kekhilafan sehingga secara tak sadar kita berpaling dariNYA. Untung saja Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yang selalu membuka pintu tobat bagi hambaNYA.

Di usia yang memasuki 26 tahun ini berkali-kali aku bertobat kepadaNYA, sebanyak itu pulalah aku melakukan kesalahan. Dari dulu hingga kini, kekuatan setan selalu mengiringi gerak langkah, dalam waktu bersamaan sesungguhnya aku juga diberi kekuatan untuk menolak segala godaan setan tersebut. Tergantung kepada diri untuk mengendalikannya, di bulan ramadhan inilah momentum yang tepat untuk melatih diri.

Dua puluh enam tahun bukanlah usia yang singkat. Bahkan usia segitu belum dapat dikatakan dewasa. Sebab kesempurnan dewasa itu terjadi pada usia 40 tahun, seperti yang tersirat dalam surat al-Ahqaf ayat 15. Nabi Muhammad SAW saja menerima wahyu di usia 40 tahun. Jadi, lebih tepatnya aku menyebut diriku bukan seorang yang dewasa, malainkan seorang yang sedang menjalani proses pendewasaan.

Kenapa proses? Karena bagiku untuk mencapai dewasa itu harus melewati berbagai rintangan agar dapat mematangkan diri sebagai manusia. Ibnu khaldun pernah menjelaskan bahwasnya dalam usia 40 tahun sebuah negara dapat mengalami kejayaan, khaldun menambahkan 40 tahun adalah waktu yang dibutuhkan untuk kesempurnaan pertumbuhan dan perkembangan manusia dan negara. Bahkan sebagian orang menilai bahwa umur ideal untuk mengukur kesuksesan seseorang adalah di usia 40 tahun.

Bicara soal sukses, aku tidak terlalu muluk-muluk memaknai kata sukses itu. Bagiku sukses adalah mampu mengendalikan diriku agar selalu berada di jalan yang lurus. Selalu bersyukur, istiqomah pada prinsip, ikhlas dalam bertindak, jujur dalam bersikap dan selalu tawakal adalah komponen yang mesti dimiliki agar tetap berada di jalur siratal mustaqim.

Aku tidak tahu berapa lagi sisa umur yang harusku jalani. Karena ketidaktahuan itu membuat hidup ini semakin menarik untuk dijalani. Ada suka, ada pula duka yang harus dilewati. Semestinya kita tidak hanya bersyukur takala diberi nikmat sehat, tapi kita harus selalu tetap bersyukur jika diberi nikmat sakit, karena dibalik sakit terkandung hikmah yang dapat dipetik.

Sebagai penutup, Alhamdulillah atas segala nikmat yang telah aku peroleh selama ini. Disamping itu, rasa terima kasih tak terhingga kepada rekan-rekan yang telah memanjatkan doa kepadaku di hari ulang tahun ini. Semoga doa tersebut menghampiri kita semuanya.

Salam.

Iklan

8 thoughts on “Ulang Tahun di Bulan Ramadhan

  1. Amin…
    Barakallah ya… πŸ™‚
    Saya suka kalimat ini, “Aku tidak tahu berapa lagi sisa umur yang harusku jalani. Karena ketidaktahuan itu membuat hidup ini semakin menarik untuk dijalani.”
    Saya bahkan tidak tahu bahwa ternyata ketidaktahuan ttg sisa usia kita adalah sesuatu yang menarik. Alhamdulillah, hari ini saya mendapat ilmu baru. πŸ™‚

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s