Ngepos via Hape

Kenapa Garam Terasa Manis

Ketika saya baru mulai menggunakan wordpress, tak ada yang bisa saya tulis. Bisanya hanya mendaftarkan saja. Setelah itu terbiarkan kosong melompong tanpa ada tulisan.

Kisah itu bermula ketika membuat blog wordpress dengan domain www.grms.wordpress.com. Dapat dikatakan blog ini sama sekali hanya untuk coba-coba saja. Buktinya, memang nasib blog naas itu hanya untuk coba didaftarkan saja.

Mungkin karena saya lebih banyak nongkrong di platform blog yang dulu cukup populer karena ada fasilitas unduh musik. Maka saya agak jarang berkunjung ke wordpress. Platform tersebut adalah multiply, sehingga saya terjebak juga dengan MP-an di www.grms.multiply.com.

Selain di dua blog itu, saya juga banyak ikut mencoba beraneka jenis platform blog. Berkelana sana-sini hanya untuk sekedar mencoba bagaimana cara kerja masing-masing platform blog. Setelah jenuh dengan berkelana, maka saya memutuskan untuk menetap di satu blog saja. Keputusan itu jatuh ke platform blog di wordpress dengan nama www.garammanis.wordpress.com.

Kenapa saya memilih nama garammanis untuk blog saya ini? Nama itu memiliki filosofi dan makna tersendiri. Kata ‘garam’ berasal dari singkatan nama saya, yakni Gusti Ramli. Kadang orang memanggil saya dengan sebutan garam. Saya gak marah dibilang garam, sebab kalau disingkat nama saya bisa berarti garam. Apalah arti sebuah nama, kata william shaksepear Shakespeare. Jadi saya gak perlu marah dipanggil garam.

Dari latar belakang sebutan itu saya menemukan inspirasi untuk memberikan nama pada blog tempat saya menetap menulis di dunia maya. Lalu kata garam terasa kurang menggigit. Terlebih domain garam telah dimiliki oleh orang lain. Untuk itu, terpikir oleh saya untuk memberi nama menjadi ‘garamasin’.

Nama itu terasa kurang gregetan karna terlihat datar-datar saja. Wong garam rasanya memang asin kok. Jadi saya berupaya untuk mengeksplor kata garam. Hasilnya terucaplah kata ‘garammanis’. Dimana-mana, bahkan di dunia ini tidak ada garam yang terasa manis. Hanya di blog saya ini garam yang terasa manis.

Kehidupan ini ibarat rasa, kadang hidup terasa pahit disaat terjadi kesusahan. Dan ia terasa manis takala merasa senang. Disamping itu, hidup juga terasa asam dan asin yang tertuang dalam pengalaman hidup kita. Begitulah kehidapan yang dipenuhi dengan warna-warni.

Kerena ngeblog bagi saya penjewantahan dari kehidupan ini, maka saya memilih rasa manis dalam kisah-kisah di blog saya. Kenapa tidak memilih rasa lain? Bagi saya rasa manis itu sama halnya dengan berpikiran positif. Selama kita berpikiran positif, maka terdapat energi yang dapat mendorong kita menjadi lebih baik.

Oleh karena itu, saya menggabungkan kata ‘garam” dan ‘manis’ menjadi satu untuk nama blog. Saya berharap blog garammanis dapat memberikan sesuatu hal positif yang bermanfaat bagi diri saya sendiri. Dilain hal, saya juga bercita untuk dapat memberikan pula hal bermanfaat bagi orang lain dengan berbagi melalui blog garammanis ini.

Demikian asal usul nama garammanis dalam blog sederhana saya ini. Tulisan ini merupakan respon atas topik yang dilempar oleh dailypost, sebuah komonitas di wordpress.

Salam Ngeblog.

Iklan

4 thoughts on “Kenapa Garam Terasa Manis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s