Ngepos via Hape

Menanti Sinar Terang

Suara kipas angin mengiringi detak jantungku. Degup demi degup terdengar jelas di telinga. Kesunyian malam membuat denyut jantung seakan mentertawai diriku.

Apa yang kau pikirkan? tanya sang kipas kepadaku. Akupun tak dapat menjawab karena pikiran yang ada dalam benakku begitu banyak dan sangat rumit untuk dijelaskan.

Pastinya pikiraan itu telah berhasil mengganggu tidurku di malam yang indah. Tak seharusnya aku berjaga selarut ini. Namun apalah daya, kelopak mata enggan mengetup selama kabut dalam benak itu reda sejenak.

Aku mencoba untuk menetralisir agar kemelut dalam pikiranku tidak berlanjut hingga mentari bersinar. Semakin mencoba, aku semakin sulit untuk mengontrol segala ketakutan yang ada dalam pikirku.

Tanpa sadar, air menetes membasahi pipiku. Akankah mentari mampu mengeringi linangan air mataku. Sanggupkah suara ayam menghibur kerisauan yang menimpa batinku. Jika iya, aku tak sabar menjelang mentari pagi. Walaupun tak tidur, aku akan setia menanti sinar terang benderang dari mentari pagi.

Iklan

One thought on “Menanti Sinar Terang

  1. הלוואי ויכולתי להבין את השפה שלך… המלים מקסימות בתרגום, אבל איני יכול להבין את הכל. בברכה

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s