Ngepos via Hape

Berbuka Bersama Orang Yang Mampu

Menjelang sore, Andi mulai gelisah di dalam kamarnya. Hari kedua berpuasa di perantauan memang terasa berat baginya. Maklum Andi baru pertama kali merasakan berpuasa di negeri orang. Dalam kamar yang kecil itu ia coba untuk bertahan dengan segelas air mineral tanpa ada menu makanan yang akan disantap untuk berbuka.

Hari sebelumnya Andi cukup beruntung, karena diajak teman sekelas untuk berbuka di rumahnya. Kebetulan waktu itu Andi menemani seorang teman yang bernama Rudi mencari buku di pasar senen. Kebetulan rumah Rudi tak jauh dari pasar senen. Jadi, sekalian saja Andi bersilahturahmi ke rumah Rudi. Lalu di rumah temannya itu Andi berbuka puasa di hari pertama ramadhan bersama keluarga Rudi.

Di hari kedua ini, Andi mulai bingung mau buka puasa dimana. Uang yang ada di kantong hanya tersisa 2500 rupiah. Jajannya selama bulan puasa yang dikirim oleh orang tuanya dari kampung sudah habis.

Tiga hari yang lalu, tepatnya sehari sebelum puasa Andi merasa iba dengan seorang fakir miskin yang tak sengaja bertemu saat pulang menuju kosan. Orang miskin yang ia jumpai itu terlunta-lunta tak berdaya di pinggir jalan yang tak jauh dari kosan. Karena merasa iba, Andi memberikan uang jajannya selama satu bulan yang terselip dikantongnya kepada orang miskin itu. Sehingga hanya tersisa 22.500 saja di dalam sakunya.

Uang yang 20.000 sudah habis untuk membeli makanan untuk sahur dalam dua hari ini. Tadinya Andi mau meminjam uang temannya untuk bertahan selama ramadhan ini. Sayang teman satu-satunya yang diandalkan untuk berhutang juga sedang tidak punya uang. Andi mencoba untuk meminjam uang kepada taman-taman yang lain. Namun, hasilnya tetap nihil.

Karena itulah, ia mulai kasak-kusuk di dalam kamar nan kecil itu. Sempat terlintas dalam pikiran berbuka dengan segelas air mineral saja.

Tak lama menjelang waktu berbuka, tiba-tiba tergerak saja kaki Andi untuk melangkah ke mesjid dekat kompleks perumahan mewah yang berada cukup jauh dari kosaannya. Dengan berjalan kaki, akhirnya andi tiba di mesjid itu. Disanalah ia berbuka dengan sebungkus tajil yang disediakan oleh pengurus mesjid.

Alangkah terkejutnya Andi melihat tajil di mesjid tersebut begitu banyak. Disamping ada minuman dan makanan ringan untuk berbuka, pengurus mesjid juga menyediakan nasi kotak. Jadi kekhawatiran tidak mendapatkan makanan berbuka yang sebelumnya menghantui Andi mulai sirna hari itu juga. Besoknya Andi pengen lagi datang ketempat itu agar bisa mendapatkan santapan berbuka. “Ternyata enak juga berbuka di tempat orang-orang yang mampu” terang Andi.

Keberuntungan Andi tidak sampai disitu. Ketika mau pulang, Andi ketemu dengan teman SMP di pintu keluar mesjid. Setelah lama tak bertemu, mereka berdua bercengkrama di halaman mesjid hingga masuk waktu isya. Dalam percakapan itu Andi ditawari oleh temannya untuk kerja sampingan selama bulan ramadhan. Tanpa ragu, Andi menyetujui penawaran teman lamanya itu.

Sesampai dikosan, Andi merasa senang ternyata masalah keuangan yang membelitnya pada ramadhan ini dapat diurai dengan rezeki yang didapatnya dengan bekerja sampingan. Andi pun teringat dengan orang miskin yang dijumpainya beberapa waktu yang lalu. Padahal ia memberikan sedikit kepada orang miskin itu, tapi tuhan malah memberikan andi rezeki yang lebih banyak dibandingkan apa yang telah diberikan kepada si fakir. “Tuhan itu Maha Adil lho….” sahut Andi dalam Hati.

Marilah kita bersedekah..

Salam Ramadhan

Iklan

2 thoughts on “Berbuka Bersama Orang Yang Mampu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s