Penting Gak Yaa

Mereka Memang Membutuhkan

Setelah membaca artikel Cara Mengemis di Milan, Italia dari sahabat blogger di kompasiana ini, saya ikut tergugah. Saya terpanggil untuk menuliskan apa yang saya rasakan setelah membacanya. Poin yang sayang tangkap dari cerita menarik dari milan ini terdapat pada paragraf terakhir seperti kutipan di bawah ini.

Mereka mengambil roti itu dan menjauh dari saya. Dari kejauhan, saat mau berangkat, saya melihat keduanya sedang duduk sambil memakan roti yang tadi saya berikan. Berarti mereka memang membutuhkan.

Disini mulanya pengemis dari Italia tadi meminta uang karena sudah dua hari belum makan, penulis artikel tersebut kurang begitu percaya dengan alasan pengemis itu. Pada akhirnya pengemis tadi kembali meminta bantuan, sehingga pengemis tersebut mendapatkan roti dari penulis artikel. Tampak dari kejauhan, ternyata pengemis tadi memang membutuhkan bantuan.

Sepertinya kisah diatas pernah kita jumpai dalam keseharian. Tidak hanya di Italia saja, tapi didekat lingkungan kita sendiri banyak kita temukan bahwasanya banyak orang membutuhkan bantuan. Ada yang tidak segan untuk meminta secara langsung dengan mengemis. Tak sedikit pula yang enggan mengemis, tapi sesungguhnya ia membutuhkan bantuan para dermawan.

Kategori terakhir ini terlihat dari sosok wanita tua yang saya jumpai di pertigaan lampu merah simpang jagung, Pariaman. Dalam usia yang sudah uzur, wanita itu menenteng sekantong plastik yang berisi botol minuman. Semestinya nenek yang malang tersebut sudah pensiun dari segala aktifitas mencari nafkah. Apalah daya, tuntutan untuk bertahan hidup terus menghadang dirinya. Entah kemana buah hati yang telah ia besarkan sehingga begitu tega membiarkanya berkeliar di jalanan. Mungkin saja anaknya juga serba kekurangan dan tak juga sanggup menfakahi dirinya sendiri.

Satu hal yang membuat saya salut kepada nenek tersebut ialah semangat dan keenganannya untuk mengemis. Meski sudah tua, ia masih terus berusaha mencari sesuap nasi tanpa mengemis. Walaupun ia membutuhkan bantuan, ia tetap berusaha sekuat tenaga yang tersisi dalam dirinya yang sudah uzur itu.

Disisi lain, nenek ini tampak berbeda dengan kaum yang senasib dengannya yang meminta-minta di jalanan. Tak dapat pula kita pungkiri keberadaan mereka yang tidak sekuat nenek tersebut, sehingga dengan terpakasa harus meminta bantuan dengan cara mengemis. Meskipun demikian, baik nenek uzur tersebut maupun mereka yang mengemis di jalanan sesungguhnya memerlukan bantuan kita semua karena mereka memang membutuhkan.

Iklan

4 thoughts on “Mereka Memang Membutuhkan

  1. Melihat para pengemis membuat saya semakin mensyukuri hidup yang sudah ada pada saya. 😥
    Saya berpikir, “tak mungkin aku mengeluhkan hidup lebih dari ini..” 😐

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s