Ngepos via Hape

Membangun Lapau Membaca

Sampai detik ini mata tak mau diajak tidur. Sebuah pemikiran berkecamuk di dalam otak, sehingga mengganggu segenap saraf pada mata yang menyebabkan tidak bisa tidur.

Pemikiran tersebut seperti mimpi sebelum tidur. Mimpi seorang anak muda yang ingin mengabdikan hidup di kampung halamannya. Sayang pemuda itu tak tahu bagaimana cara mengabdikan diri. Ia terjebak diantara pragmatisme dan idelisme.

Dari satu sisi ia dituntut menggarap materi sebanyak mungin karena kelak ia mesti menjadi seorang bapak yang wajib menafkahi keluarganya.

Disisi lain ia ingin mempunyai sebuah lapau (warung) yang berisi buku-buku yang dapat diakses oleh anak-anak yang berada dikampungnya. Tentu dengan konsekuensi ia tidak akan mendapatkan materi dari keinginan tersebut. Malahaan ia harus berkorban uang untuk membeli buku yang akan mengisi lapaunya.

Dengan membangun lapau membaca itu, ia berharap telah mewujudkan pengabdiannya kepada kampung halaman yang begitu lama ditinggalkan.

Iklan

2 thoughts on “Membangun Lapau Membaca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s