Gak Penting Yaa

Asal Tulis, No Ide

Dari tadi mutar-mutar nyari inspirasi. Buka facebook gak dapet, buka google juga gak dapet dan terakhir coba merenungkan aktifitas hari ini. Tetap aja gak dapat. Hingga saat ini inspirasi itupun belum ada yang nyantol. Jadi dengan terpaksa masuk aja kesini sambil ngegoyang jari jemari. Mana tau ada sesuatu hal yang nyangkut di otak… heheheheh ::sambil mikir::

Upsss…. setelah nyasar di portal berita. Akhirnya berkecamuk juga pikiran ini membaca berita pertama saya lihat. Berita tersebut ialah kasus Ruyati yang dihukum gantung di Arab Saudi.

Banyak yang menyesali kejadian ini. Penyesalaanya bukan terletak pada masalah hukum gantungnya, tapi kesigapan pemerintahan dalam melindungi warga negaranya yang mencari nafkah di luar negeri. Nah, ini bicara soal Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Secara ekonomi keberadaan pekerja Indonesia di luar negeri memberikan keuntungan bagi Indonesia melalui devisa. Kontribusi TKI dalam devisa negara dapat dikatakan cukup tinggi. Akan tetapi, jaminan negara terhadap pekerja ini belumlah maksimal, alias masih ada celah-celahnya.

Banyak pekerja di luar negeri, tentu diikuti dengan timbulnya problem hukum yang dihadapi TKI di negara tempat mereka bekerja. Salah satu diantaranya masalah Ruyati dan tentu banyak lagi kasus-kasus lainnya yang perlu ditangani secara serius oleh setiap KBRI dan Konjen di negara tempat para TKI yang mengalami permasalahan. Sebagai bentuk pertanggung jawaban negara terhadap rakyatnya, maka sudah selayaknya negara mendampingi pekerja indonesia yang tersangkut masalah hukum di negara tersebut.

Masalah TKI itu berakar dari dalam negeri sendiri. Betapa tidak, untuk memberangkatkan TKI saja masih terjadi proses curang yang dilakukan oleh perusahaan jasa tenaga kerja yang bekerja sama dengan para birokrasi korup dengan pemalsuan data dan segala macamnya. Ketidakjujuran inilah yang kemudian mengikut ke negara tempat mereka bekerja. Perusahaan lepas tangan, pemerintah seakan tidak tahu menahu ketika pekerja bersangkutan tersandung masalah.

Untuk mengatasi itu semua, marilah berlaku jujur dan perusahaan jasa tenaga kerja jangan hanya untuk mencari untung saja tapi harus menjamin dan menjaga pekerja yang mereka kirim.

 

Iklan

2 thoughts on “Asal Tulis, No Ide

  1. Masalahnya ada satu lagi, selain yang Mas Ihza di atas sebut, yaitu tidak adanya pemberitahuan jadwal eksekusi ke dubes negara perwakilan di sana. Katanya memang sudah begitu ya, aturan di Arab? 😐 Mereka tidak memberitahu jadwal eksekusi. 😦

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s