Gak Penting Yaa

Kembali Bersetubuh Dengan Vespa

Tak terasa dunia begitu cepat berputar. Sudah hampir 7 tahun saya tidak menunggangi vespa kesayangan. Sekarang kondisi vespa itu seakan tidak terurus karena telah digusur oleh sepeda motor dan motor metik yang ada di rumah. Keberadaan motor model baru tersebut membuat vespa semakin ditinggalkan dan hampir saja jadi barang antik di dalam gudang rumah. Kondisi vespa yang sering rusak-rusak membuat sinarnya sebagai kendaraan keluarga kian memudar.

Dulu, vespa ini memiliki sejuta kenangan bagi saya pribadi dan keluarga. Kendaraan ini adalah kendaraan pertama dari keluarga kami. Tak salah jika keluarga begitu berat melepas atau menjual vespa tersebut meskipun ia dalam kondisi rusak. Untuk itu, dengan terpakasa kuda besi dari Italia ini masuk gudang dan hampir tidak pernah digunakan semenjak adanya sepeda motor.

Untung saja ada saudara saya yang memfungsikan vespa model super itu dengan memperbaikinya. Perjalanan vespa tersebut tidak pernah menempuh rute jauh, hanya berputar-putar di daerah pariaman saja. Ya… kalau dibawa keluar kota takut si besi tua kesayangan gak kuat. Bila vespa tersebut diperbaiki dan kembali diurus maka akan sanggup untuk perjalanan luar kota.

Munculah keinginan saya untuk mengembalikan sinar vespa kesayangan sebagai kendaraan kebanggan. Tentu dengan memolesnya agar terlihat cantik dan seksi kembali seperti layaknya bidadari. Namun, kesempatan untuk meluangkan waktu memperbaiknya tak kunjung tiba. Oleh karena itu, vespa tersebut dibawa seperti apa adanya.

Suatu waktu saya pun membawa vespa kesayangan ini berangkat kerja. Melihat saya pergi kerja dengan memakai vespa membuat keponakan saya berumur 10 tahun tertawa malu. Ia “malu” melihat pamanya pergi dengan menggunakan besi tua yang buruk rupa. Namanya saja anak kecil sudah barang tentu belum tau nilai historis dari vespa itu. Saya pun menyambut dengan senyuman manis dan sedikit cengengesan saja.

Perjalanan pertama saya dengan vespa kesayangan berjalan lancar, tidak ada halangan di jalan apalagi mogok. Wahh.. saya pun merasa senang ternyata vespa tersebut masih kuat untuk ditunggangi. Terpikirlah untuk membawanya ke luar kota, pokoknya keluar dari kota pariaman.

Sesampai di kantor, saya pun disambut dengan sunggingan senyum yang terkesan ngeledek, tapi ada pula yang memberikan support… :D.. Meski demikian saya malah merasa semakin bangga menggunakan vespa. Kebanggan itu memuncak saat saya pulang dari kantor. Di jalan menuju pulang kerumah saya ketemu dengan seorang anak muda yang juga memakai vespa. Saya tidak kenal dengan pemuda itu, tapi ia langsung menyapa saya dengan melempar senyum persahabatan. Saya sadar senyum itu sebagai “salam tabik” pengguna dan pencinta vespa.

Banyak komunitas vespa yang lahir belakangan ini. Saya sendiri tidak mengikuti perkembangannya karena dulu sewaktu masih sering memakai vespa (tahun 1999) belum pernah mendengar komunitas vespa. Kini keberadaan komunitas pencinta kendaraan yang diciptakan insyinyur penerbangan di tahun 1940-an ini begitu banyak. Komunitas vespa seringkali diidentikan dengan orang-orang yang berpenampilan semerawaut dan jorok. Meskipun demikian kebersamaan komunitas vespa tidak diragukan lagi, tidak hanya sesama satu komunitas tapi persaudaran dengan sesama penggemar vespa lainnya begitu erat.

Salah satu diantarnya adalah yang saya jumpai di jalanan menuju pulang. Sebelumnya kak ipar saya yang juga penggemar vespa pernah mengatakan bahwa sesama penggemar vespa selalu menyapa bila bertemu di jalanan. Bahkan bila ada sebuah vespa sedang rusak di jalanan, maka para skuteris tidak sungkan untuk membantu. Begitulah dinamika pencinta vespa di jalanan. Sesampai di rumah masih terngiang-ngiang betapa berkesannya saya kembali bersetubuh dengan vespa kesayangan.

Esok pagi ketika ingin membawa lagi vespa itu, saya dikejutkan dengan banjirnya minyak vespa kesayangan tersebut. Padahal hari sebelumnya baru ngisi minyak penuh-penuh agar bisa dibawa keluar kota pada malam minggu besok. Eh, ternyata semua minyak tumpah melalui knalpotnya.  “Yaahhhh… berulah lagi nih tunggangan lawas” sahutku dalam hati. Jadi, gagal deh pergi ke luar kota menggunakan vespa kesayangan… 😦 😦 😦

Iklan

2 thoughts on “Kembali Bersetubuh Dengan Vespa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s