Gak Penting Yaa

Kosong… Kosong… Kosong

Kosong… Kosong… Kosong.

Tak ada kata yang bisa lagi terlontar selain kata kosong. Semua seakan berubah menjadi kosong. Otak tumpul, hati gelisah. Kegelisahan yang tak pernah disadari dan sulit untuk diidentifikasi. Ujung-ujungnya hati menjadi galau.

Prinsipnya, apapun kondisi yang kita jalani hati harus tetap senang. Bila kita dalam keadaan senang, maka secara otomatis hati ikut senang. Ketika kita dalam keadaan susah, hati sangat sulit untuk menerima kenyataan sehingga menyebabkan penyakit jiwa, yakni gelisah dan gundah.

Mungkin hal itulah yang saya alami saat ini. Entah kenapa tiba-tiba rasa di kalbu ini mendadak tidak menentu arah, kadang senang tapi sering juga merasa gundah. Kegundahan ini membuat mood tidak menentu, sehingga bawaanya merasa kurang bahagia saja.

Masalah bahagia adalah masalah sudut pandang. Dalam keadaan tertentu kita merasa bahagia, tapi di lain hari dengan kondisi yang sama kita malah terasa kurang bahagia. Sebelumnya saya pernah menuliskan beberapa kunci untuk menggapai kebahagian. Beberapa poin yang saya kemukakan adalah menjauhi larangan Allah, rumah tangga harmonis, menerima kenyataan (bersyukur) dan mendekatkan diri kepada Allah. Tampaknya, apa yang saya alami saat ini berangkat dari hilangnya beberapa kunci kebahagian diatas dalam diri ini.

Satu diantaranya ialah kurang menerima kenyataan alias tidak bersyukur. Sesungghuanya nikmat apalagi yang saya dustakan, mungkin saya khilaf karena perbuatan atau pikiran lebih mengarah kepada hal-hal kurang menerima kenyataan dengan terbesit dalam benak ketidakbersyukuran atas karunia yang telah diberikan Allah hingga saat ini. Bukankah Tuhan meminta pertanggung jawaban kita atas apa yang kita pikirkan dan tingkah laku kita. Kelak semuanya akan diperhitungkan disuatu saat, dimana kita semua menjalani fase hisab dari Tuhan yang Maha Kuasa.

Semoga masa-masa kegundahan dan kegalauan ini cepat berlalu dengan seiring meningkatnya rasa bersyukur atas karunia yang telah diberikan Allah selama ini. Amin…..

Iklan

4 thoughts on “Kosong… Kosong… Kosong

  1. benar sekali pak,, syukur adalah kunci menjalani hidup agar bisa tenang selalu… apapun bebena hidup yang menghimpit, kalau bisa memaknai syukur dengan sebenar-benarnya, Insya Allah ga akan merasa terbebani dengan hidup ini….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s