Gak Penting Yaa

Review Catch A Fire

Tadi pagi hampir saja kesiangan karena semalam habis begadang gara-gara nonton pilem di televisi. Judul pilemnya Catch A Fire yang main di transtv. Awalnya gak ada niat buat nonton tuh pilem, tapi akhirnya nonton juga sampai habis.

Pesan moral yang ditangkap dari pilem tersebut adalah kekuatan memaafkan. Filem ini bercerita tentang perjuangan seorang bapak di afrika selatan yang menghidupi dua orang anak dan istrinya. Dalam rumah tangganya terdapat cobaan karena istrinya menggugat kesetian suaminya hanya karena ada kecemburuan pada wanita lain.

Di samping masalah keluarga tesebut, pria itu dituduh ikut terlibat melakukan pemberontakan terhadap penguasa yang menggugat rezim apharteid. Padahal pria berkulit hitam itu tidak terlibat dalam aktifitas politik, apalagi pemberontakan. Tuduhan yang ditujukan kepadanya ialah makar dengan melakukan pengeboman di fasilitas nuklir milik penguasa. Seorang agen anti teror menduga pria ini yang melakukan, setelah melewati berbagai siksaan tetap saja pria kulit hitam tersebut tidak mengaku karena memang bukan dia yang melakukan pengeboman.

Untuk membuka mulut tertuduh ini agar mengaku adalah dengan menyiksa istrinya. Melihat prilaku biadab agen kulit putih itu membuat pria tersebut ikut mendaftarkan diri menjadi pemberontak. Tadinya ia tidak mau bersentuhan dengan pemberontak, tapi dengan perlakuan biadab itu ditambah lagi dengan tuduhan istrinya yang menggapa ia berselingkuh membuat pria ini menjadi pemberontak benaran.

Dirancanglah strategi untuk kembali meledakan faslitas nuklir milik penguasa. Saya usaha pengeboman tersebut tidak berhasil karena ia keburu ditangkap karena persembunyiaanya dibocorkan oleh istirnya sendiri. Ia pun ditangkap dan dipenjara seumur hidup. Tak lama setelah dipenjara rezim apharteid runtuh, rakyat afrika yang berkulit putih dan kulit hitam hidup berdampingan dengan damai. Keruntuhan rezim tersebut membuat para tahanan politik dibebaskan, termasuk diantarnya bapak dua anak tersebut.

Saat diluar penjara, terbesit pada dirinya untuk membalaskan dendam atas apa yang telah dilakukan agen kulit putih itu kepada dia dan istrinya. Kesempatan untuk membalaskan dendam itu datang kapan pun, bahkan disuatu hari ia bisa saja membunuh agen kulit putih itu. Tapi apa gunanya, jika ia membunuh agen kulit putih itu maka akan kembali lagi peratikaian ras di negara tersebut. Untuk itu, ia memaafkan agen kulit putih yang telah menyiksanya. Disamping itu, ia juga telah memaafkan istrinya yang sempat mengkhianati dirinya. Dengan kekuatan memafakan itu ia hidup dengan damai bersama anak-anak asuhnya yang berjumlah puluhan orang.

Iklan

8 thoughts on “Review Catch A Fire

  1. Iye, gw juga “kebetulan” ikut nonton.
    film (bukan pilem) itu memberi gambaran, khususnya buat gw, bahwa agen/intel bisa menghalalkan cara apapun untuk membuka mulut tersangka (menurut tuduhan dia).
    Atau mungkin bisa jadi, aksi teror yang ada di Indonesia, ulah agen/intel yang salah dakwaan.
    Kampeet….!!!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s