Gak Penting Yaa

Setiap Orang Punya Alasan Untuk Menulis

Sebelum saya shut down komputer yang saya pakai ini, izinkanlah saya menulis serangkai kata dalam rumah garammanis. Tidak banyak yang tergambar dalam otak di malam ini, selain membuat sebuah tulisan sebelum pulang ke rumah.

Untung saja ada ide yang nyantol setelah berkunjung ke blog sebelah. Ide tersebut masih berkisar pada dunia tulis menulis. Dimana setiap orang mempunyai alasan untuk menulis, berangkat dari alasan inilah komitmen untuk menulis akan diuji. Jika alasan nulisnya untuk nyari duit, maka ia akan berusaha bagaimana tulisanya memiliki nilai jual. Bila seseorang menulis ingin membuktikan bahwa ia ada karena itu ia menulis, maka ia sesungguanya sudah “ada” semenjak awal tulisannya. Banyak lagi alasan-alasan kenapa orang menulis.

Saya mencoba untuk menggali dan bertanya kepada diri sendiri. Kenapa saya menulis?. Apakah alasan saya menulis.

Pada dasarnya saya dapat dikatakan orang yang tidak kenal dengan dunia tulis menulis. Saya juga tidak dibesarkan bersama lingkungan yang suka menulis. Kadang saya juga bingung kapan pertama kali keinganan saya untuk menulis muncul. Sekarang, entah darimana nafsu menulis itu datang menghantam diri ini.

Mulanya hanya sekedar coba-coba dengan menuliskan curhat disehelai kertas, lalu berlanjut dengan tulis surat-suratan dengan seorang teman yang hingga kini tak pernah tau lagi keberadaanya. Lama-kelamaan terdengar siar dari teman bahwa ternyata dengan menulis dapat menghasilkan materi. Seperti menulis artikel untuk koran nasional maupun koran lokal.

Melihat keuntungan tersebut pengen pula membuat tulisan agar menghasilkan pundi-pundi uang dengan mengirim tulisan ke media. Sempat mencoba beberapa kali, itu pun tidak banyak mengirimkan tulisan, bahkan tulisan yang dikirim bisa dihitung dengan jari di tangan kanan ini. Dan kualitas tulisan yang dikirim dapat dikatakan jauh dari dari kata layak, alias tidak memenuhi standar. Tentu tak mungkin kiranya media mempublish tulisan-tulisan tersebut.

Dengan rasa sedikit putus asa dan tidak lagi berusaha, maka tujuan menulis beralih kepada yang lain. Akhirnya terdampar di dunia maya yang menyajikan ruang bagi setiap orang untuk mengekpresikan diri dalam bentuk apapun, termasuk dalam menulis. Blog adalah sarana untuk mengekspresikan kemampuan menulis setiap orang. Euforia blog membuat saya ikut serta meramaikan dunia tulis menulis dengan mendaftarkan diri di Multiply. Saya sendiri tidak tahu apa itu multiply, setelah utak atik ternyata multiply menyediakan space untuk tulis menulis.

Sebagai orang yang baru mengenal dunia tulis menulis,  saya agak merasa ada gap. Mau nulis apa dan bagaimana agar lapak multipy saya dapat diisi. Berangkat dari itu akhirnya tugas-tugas kuliah saya masukanlah kedalam blog tersebut. Publikasi tugas kuliah di blog tersebut mendapatkan respon dengan beberapa kunjungan dan komentar yang terkadang mengandung kritikan. Semakin tergelitiklah saya untuk menulis, sekurang-kurangnya menulis di luar tugas kuliah.

Sedikit demi sedikit saya mencoba untuk terus menerus belajar menulis. Hingga saat ini saya terus belajar, setiap hentakan jari ini masih merupakan pembelajaran bagi saya untuk menulis. Hanya saja alasan saya menulis pasang surut dari dulu hingga sekarang. Mungkin karena tidak adanya alasan yang tetap kenapa saya menulis membuat saya mulai berangsur-angsur merasakan bahwa ternyata menulis itu membuat saya bahagia. Itulah alasan saya menulis, setiap orang mungkin punya alasan sendiri kenapa ia menulis.

Kini, saya tambatkan hati di blog garammanis, bukan lagi di multiply yang dulu mengawali perkenalan saya dengan dunia blog.

 

Iklan

18 thoughts on “Setiap Orang Punya Alasan Untuk Menulis

  1. setuju dgnmu, Gusti
    tiap orang punya alasan sendiri2 kenapa ingin , harus dan senang menulis
    utk bunda sendiri, krn sudah pensiunan, selain mencari kesibukan, agar tdk cepat pikun, juga meneruskan hobi menulis sejak msh di SMA 🙂
    satu lagi, menulis itu juga utk keseimbangan bagi bunda
    salam

    Suka

  2. masa bodo di baca kagak, masa bodo disuka kagak,..
    saya gak akan berhenti nuliiiissss!!! :mrgreen:
    menulis itu anugrah, menulis itu nikmat,.. menulis itu???

    Suka

  3. kalo saya belajar menulis sembari latihan merapikan cara bertutur. Kadang apa yang kita pikirkan berlompatan keluar secara acak sehingga susah dimengerti orang lain. Alasan lain; iseng :mrgreen:

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s