Gak Penting Yaa

Orang Gila Buang Air Sembarangan

Tadi sepulang dari padang panjang ketemu dengan orang gila. Orang gila ini lain dengan orang gila sebelumnya yang pernah dijumpai. Baru kali ini saya ketemu orang gila yang Buang Air Besar (BAB) di jalanan. Namanya saja orang gila, sudah barang tentu si gila buang air sembarangan.

Melihat tingkah tersebut saya pun berpikir ternyata orang gila juga buang air besar. Orang gila juga manusia, tapi gak punya akal. Bagus jadi orang gila gak berakal, dari pada orang gila tapi masih normal seperti mereka yang rebutan kursi ketua PSSI.

Kembali ke si gila tadi yang sudah kehabisan urat malu. Sering kali orang gila disebut dengan penderita gangguan jiwa, sebutan yang paling lunak. Bila ekonomi keluarga si gila cukup mapan, maka rumah sakit jiwa jadi tempat yang aman. Sedangkan si gila yang kurang beruntung terpaksa berkeliaran di jalanan. Pemerintah seakan tidak peduli dengan nasib si gila, karena untuk ngurus orang normal saja pemerintah sudah kewalahan. Apalagi ngurus si gila yang memang tak tahu aturan.

Padahal undang-undang kesehatan menyatakan bahwa orang gila menjadi tanggung jawab pemerintah. Tapi faktanya banyak orang gila yang berkeliaran yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan orang banyak dan si gila itu sendiri. Peduli apa, si gila tetaplah orang gila.

Ada lagi yang lebih gila dari pada orang gila, yakni orang normal yang sengaja mengganggu orang gila. Diatas itu ada lagi yakni orang normal yang menelantarkan si gila.  Kita menganggap si gila adalah orang gila, mungkin si gila juga menganggap kita yang normal ini adalah orang gila sesungguhnya. Jadi, sudah sewajarnya si gila buang air di jalanan.

Iklan

8 thoughts on “Orang Gila Buang Air Sembarangan

  1. kalau orang gila pengemis, gelandangan bahasanya dipelihara oleh Negara berarti semakin bertambah dong,, kan dipelihara,,..kalau kita memelihara ayam berarti kita ingin ayam tersebur berkembang biak… ya kan,,.

    Suka

    1. dipelihara bukan dituntut untuk menghasilkan seperti halnya binatang… kita bukan binatang, tapi manusia yang mempunyai tanggung jawab sosial. Disinilah peran negara untuk mengatur dan mengurus rakyatnya, baik rakyat yg gila maupun rakyat yang normal..

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s