Gak Penting Yaa

Curhat Saya Tentang PSSI

pssi logo
Image via Wikipedia

Tadinya mau nulis curhat tentang kegiatan yang dilakukan seharian tadi. Baru mulai satu kalimat, curhat itu tak jadi dilanjutkan karena mendengar berita di televisi yang menayangkan keributan yang terjadi saat kongres PSSI. Mendengar kembali terjadinya kisruh pada pemilihan ketua umum persatuan sepakbola seluruh Indonesia ini membuat saya menjadi prihatin dan geram.

Mungkin tulisan ini bukan opini, bukan pula reportase langsung dari kongres. Tulisan ini hanya tulisan orang biasa yang bosan dengan ulah penguasa.

Apa pentingnya jadi ketua PSSI sampai-sampai ribut sana sini. Kenapa mereka begitu ngotot mimpin sepakbola di negeri ini. Betulkah mereka semua ingin memajukan sepakbola di negeri yang miskin prestasi. Atau, uang begitu banyak berserakan di ranah sepakbola negeri ini yang membuat mereka gontok-gontokan untuk merebut kursi.

Saya tak patut menduga tujuan mereka, tapi saya merasa curiga dengan ulah mereka. Ulah yang menurut hemat saya tidak bisa lagi dicerna dengan logika orang dewasa. Dibilang anak-anak rasanya mustahil, sebab mereka semua sudah tua yang sarat dengan pengalaman berebut kuasa.

Kini mereka tunjukan kepada kita semua bahwa seperti itulah satu-satunya cara jadi penguasa. Hardik semua lawan, kapan perlu hajar dengan tangan. Kalau pengen cepat bisa todong dengan senapan. Semuanya hanya untuk memperoleh jabatan.Tidak peduli mana yang benar dan mana yang salah, pastinya kebenaran yang mereka anggap benar sesungguhnya kesalahan yang mereka lupakan.

Berkali-kali mereka mengagungkan perubahan, memuja prestasi yang belum mereka capai. Atas nama kebenaran mereka rela mencaci-maki lawan dengan dalil yang mereka anggap sahih. Lawan mereka anggap salah dan selalu salah, sementara kebenaran hanya berada dipundak mereka. Tak heran masing-masing dari mereka tetap ngotot dengan pendapat mereka tanpa mepedulikan suara rakyat.

Saya tidak tahu seperti apakah suara rakyat Indonesia menyaksikan pemimpin mereka berebut kursi kuasa sepakbola dengan penuh sengketa. Satu hal yang saya tahu adalah bosan, bosan, bosan dan bosan. Bosan mendengar kemelut yang tak kunjung henti…. Sudahlah PSSI…. Hentikan keributan ini, kami sudah bosan.

Iklan

3 thoughts on “Curhat Saya Tentang PSSI

  1. Iya lho. Awalnya saya mendukung Toisutta dan Panigoro untuk jadi pengganti Nurdin Halid. Ini dulu waktu Nurdin masih ngotot gak mau turun dari jabatannya. Tapi sekarang, saya mulai hilang hormat pada mereka berdua. Rasanya mereka berdua diam saja melihat kekisruhan ini. Dan tampaknya, menurut saya, mereka nggak sadar dengan keadaan ini.

    Ingin saya tekankan, bukankah FIFA sudah menegaskan bahwa Panigoro dan Toisutta tak boleh mencalonkan diri lagi? Ya kan?
    Sudah tahu begitu, mengapa kelompok 78 itu masih sajaaaa ngotot mengusung dua orang itu?? 😡
    Ini yg saya heran. Sudahlah, ikuti saja apa kata FIFA. 😦 SUsah amat gitu ya…

    Mengapa Panigoro dan Toisutta tidak menyuruh kelompok 78 itu diam atau mundur? Maksudnya, suruh kelompok 78 itu diam, ikuti saja keputusan FIFA, bukannya malah mengirim surat keberatan pada FIFA. 😡

    Saya malah mulai berpikir macam-macam, siapa tahu kelompok 78 ini disetir dari belakang oleh seeorang… siapa tahu ini bentuk balas dendam dari Nurdin Halid.. siapa tahu lho ya, kalo boleh ber-su’udzon…. 😐

    Suka

  2. mantap juga analisanya,
    tentunya GT & AP tak jauh lebih baik daripada NH.. kenapa mereka berdua tidak mundur seperti halnya NH…
    Sanksi aja deh ama FIFA biar semua kapok…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s