Ngepos via Hape

Pencarian Bakat Sepakbola di Demokrat

Sepakbola merupakan olahraga populer di dunia, banyak orang suka dengan sepakbola. Disamping itu, sepakbola bukan hanya sekedar olah raga tapi sepakbola sudah menjadi hiburan sehingga tidak sedikit pertandingan sepakbola ditonton ribuan orang. Kepopuleran sepakbola jadi magnet tersendiri bagi perusahaan untuk mengiklankan produk mereka di event sepakbola baik tingkat nasional maupun tingkat internasional.

Kita lihat saja setiap kompetisi sepakbola di berbagai negara yang selalu dihiasi oleh bermacam iklan. Piala asia yang berlangsung beberapa waktu lalu di jakarta satu diantara berbagai kompetisi yang dibanjiri iklan produk baik itu minuman, mobil dan produk lainnya. Di luar iklan tersebut terselip kepentingan tertentu yang dianggap sebagai “iklan politik” dengan mengundang tim nasional ke kediaman salah satu pejabat politik.

Kemelut tentang keterkaitan politik dan sepakbola mengemuka menjadi wacana hangat di media massa. Kemudian aroma politik semakin mengental seiring dengan berlangsunya pemilihan ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).  Perebutan kursi kepemipinan PSSI semakin memanas antara status quo dengan kandidat lain. Hingga kini konflik pemilihan ketua umum tampak tidak reda menjalang munas pemilihan ketua umum PSSI. Konflik politik di tubuh PSSI membuat pembinaan bibit muda pesepakbola di Indonesia jadi terganggu.

Ditengah kemelut tersebut hadir sebuah iklan televisi dari partai demokrat yang mengadakan pencarian bibit berbakat pesepakbola di Indonesia. Acara seperti itu bukan merupakan fenomena baru dalam politik di Indonesia. Banyak pejabat politik dan partai politik di daerah mengadakan turnamen sepakbola untuk menarik massa. Namun, acara yang diadakan oleh partai demokrat kali ini cukup berbeda kerena pencarian anak-anak berbakat dalam sepakbola diiklankan melalui televisi yang berskala nasional.

Iklan tersebut mengingatkan kita dengan iklan-iklan partai demokrat yang begitu marak menjelang pemilihan umum. Berjubelnya iklan partai demokrat saat pemilu merupakan bagian dari strategi untuk mengaplikasikan merketing politik di demokrat. Dengan hadirnya iklan partai demokrat yang dibungkus dengan pencarian anak-anak berbakat sepakbola dapat dimaknai sebagai kelanjutan strategi partai demokrat. Sekilas acara yang diadakan mirip dengan idola cilik semacam pencarian bakat  penyanyi anak-anak di salah satu tv swasta. Kesuksesan idola cilik  jadi inspirasi bagi demokrat untuk meracik acara seperti idola cilik, tapi dengan konsep sepakbola yang banyak diminati masyarakat.

Partai demokrat tidak ingin kehilangan momentum dengan memanfaatkan sepakbola untuk meningkatkan citra partai di mata publik, setelah sukses membangun citra SBY pada pemilu presiden yang lalu. Kini demokrat mencoba membangun citra di mata pencinta sepakbola di indonesia dengan membuat “reality show” sepakbola dengan mengiklankan di televisi. Fenomena ini menegaskan bahwa sepakbola dan politik memang sulit untuk dipisahkan. Terkadang politik memanfaatkan sepakbola, kadang sepakbola yang memanfaatkan politik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s