Gak Penting Yaa

Sampah Indonesia

Sejujurnya saya merasa kurang bangga menjadi orang Indonesia. Ketidakbanggan ini menggelontor dari mulut takkala berbincang dengan teman-teman terkait dengan berbagai persoalan aktual yang terjadi. Dalam pemberitaan media sering muncul berita yang kurang menggembirakan seperti berita  korupsi, mafia,  kekerasan sampai berebut kekuasaan.

Banyak orang berkata bahwa Indonesia mempunyai sumber daya alam yang berlimpah ruah. Indonesia adalah negara kaya akan  sumber daya alam, tapi kekayaan ini tidak membuat rakyat sejahtera. Selain potensi sumber daya  alam, Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang tidak kalah banyak daripada sumber daya alam. Orang Indonesia banyak yang pintar dan cerdas sehingga dipakai oleh negara lain. Tidak sedikit anak bangsa yang mengharumkan nama Indonesia dengan prestasi yang digapai di tingkat internasional.

Apalah guna semua itu jika bangsa ini masih bermental sampah. Koruptor yang merajalela tak ubahnya sampah masyarakat yang berserak di lingkaran kekuasaan. Sumber daya alam yang melimpah menjelma seperti onggokan sampah karena dikuras oleh negara asing. Prilaku politikus bahkan lebih busuk daripada sampah karena secara sadar mengkhianati suara rakyat. Sikap pemimpin di negeri ini menjadi cerminan dari masyarakatnya. Kebiasaan nyampah seringkali terlihat di tengah masyarakat.

Bila saya ditanya apa yang paling Indonesia, tentu sampahnya. Negara ini bahkan menjadi tujuan pembuangan limbah berbahaya oleh negara luar. Di negara ini pula sering dijumpai masyarakat yang terbiasa membuang sampah sembarangan. Sungai yang ada di ibukota jakarta dipenuhi oleh sampah. Kesadaraan masyarakat membuang sampah pada tempatnya sangatlah minim. Di sepanjang pantai, khususnya pantai Pariaman tempat saya berdomisili begitu banyak sampah bertebaran di atas pasir putih. Di gunung sampah non organik bertumpuk karena ulah pendaki yang terbiasa membuang sampah sembarangan

Sebagian dari mereka yang memiliki mobil suka membuang sampah di jalanan saat mobil melaju. Anak-anak diajarkan untuk pintar berhitung dan menghafal, tapi tidak diajarkan untuk membuang sampah pada tempatnya. Begitu pula orang tua yang membiarkan anaknya buang sampah di tempat yang tidak seharusnya.

Bagaimana negara ini mau maju, bila untuk hal sekecil ini saja tidak diperhatikan. Itulah yang membuat keraguan bagi saya untuk merasa bangga menjadi orang Indonesia. Meski dibelit keraguan, saya sadar bahwa saya terlahir di Indonesia dan Ibu saya adalah orang Indonesia. Sulit bagi saya untuk mengatakan bahwa saya “bukan orang Indonesia”. Apapun keadaannya saya adalah orang Indonesia, bangga atau tidak bangga saya tetap orang Indonesia.

Saya percaya bahwa setiap manusia memiliki potensi baik dan potensi buruk. Begitupula setiap bangsa, barang tentu memiliki potensi baik dan potensi buruk. Budaya buang sampah sembarangan yang terjadi selama adalah potensi buruk yang terjadi saat ini. Semestinya kita sadar dan mengakui potensi buruk bangsa ini, dengan kesadaran kita belajar lebih baik agar potensi buruk itu dapat beralih menjadi potensi baik. Janganlah kita selalu mengandalkan sumber daya alam untuk bangsa ini, seharusnya kita mengedepakan sumber daya manusia dengan mengubah potensi buruk menjadi potensi baik, salah satu caranya adalah buang sampah pada tempatnya.

Saya bukanlah orang Indonesia yang berprestasi di tingkat internasional, bahkan di tingkat nasional dan lokal pun tidak ada prestasi yang membanggakan. Saya adalah orang biasa, seperti orang-orang lainnya. Prestasi yang bisa saya ukir untuk Indonesia adalah membuang sampah pada tempatnya. Dengan prestasi kecil ini saya mulai meruntuhkan keraguan saya selama ini, sehingga saya merasa bangga menjadi orang Indonesia dengan mulai membudayakan buang sampah pada tempatnya.

NB: Tulisan ini ditulis untuk mengikuti Kompetisi Blog Paling Indonesia di Kompasiana

Iklan

7 thoughts on “Sampah Indonesia

  1. Barusan kemarin saya dari kampus, saya melihat sebuah mobil dari parkir ITB (kemungkinan besar mahasiswa) keluar ke arah jalan, saya di belakangnya dan melihat langsung ia membuang sampah ke jalan!! 😡
    Ck ck ck bahkan mahasiswa ITB-pun masih tak tahu tata krama. 😦

    Suka

  2. khusus tentang penanganan sampah,mungkin atau belum pernah membaca Teknologi Pemusnah Sampah dari Dlanggu Mojokerto,adalah salah satu dari sekian cara mengatasi soal sampah,cara yg.saya lakukan memusnahkan sampah yg.tidak bermanfaat,baik kondisi basah busuk pun teratasi dengan baik tanpa bahan bakar apapun,tentang cara tsb.saya sudah banyak membantu para penanggung sampah ,baik sekolahan,perumahan,pabri/perusahaan juga pasar,semuanya berhasil tanpa kendala apapun,yg.jadi catatan saya ,tentang sampah yg.di kota-2,yg/di TPA bila dibuatkan cara seperti yg.saya lakukan pasti saya percaya tidak akan seribut sekarang ini,tentang sampah membludak,TPA gak mapu menampung dsb.bahkan satu diantara buatan saya malah ditutup dengan alasan yg.gak jelas.terusterang cara yg.saya lakukan sangatlah praktis,sederhana,beaya sangat murah hasilnya sangat baik dan betul-2 sesuai maksud,juga hasil pembakaran sampah yg.bermanfaat tanpa bahan bakar,menjadikan abu yg.sangat baik,dipergunakan pupuk tanaman gak kalah dengan selama ini yg.katanya kompos-2 itu,sehingga dibenak saya apakah yg.didepan itu tidak ada niatan untuk sedikit maju ataukah memang sukanya mencari-cari celah-2 pelanggaran yg.dikemudiannya bisa kenakan ini dan itu dsb.Kalo sebenarnya ingin sedikit maju selangkah kedepan saja,temuan/cara saya tsb.adalah salah satu diantaranya .

    Suka

  3. trima kasih redaksi comentar saya sudah muncul,maksud dan tujuan saya agar diketahu orang lebih banyak lagi,bahwa temuan cara mengatasi sampah sebenarnya tidaklah sul;it sama sekali,tentunya yg.dimusnahkan adalah sampah yg.gak bermanfaat,dan itu kalo sudah berjalan pasti baik sekali,sampah yg.bermanfaat kan sudah ada bahkan banyak yg.memungut,yg.gak bermanfaat dimusnahkan,hasilnyakan bersih dari sampah tidak ada kecuali yg.baru datang saja,itulah yg.selama ini saya lakukan,pada beberapa tempat(sudah 25 unit tersebar di beberapa tempat),namun tetap saja satu diantaranya telah di tutup yg.berwenang,pada hal sama sekali tidak mengganggu lingkungan sama sekali,saya penemu cara ini juga telah saya pikir dampaknya,lalu saya carikan solusinya,sehingga semua berjalan dengan baik,sampah berapapun kondisi basah busukpun teratasi dengan baik.Salikun Teknologi Pemusnah Sampah dari Dlanggu,Mojokerto.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s