Penting Gak Yaa

LPJ Pengobatan Gratis di Talaok Pesisir Selatan

LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN KEGIATAN DARI SEKTOR KESEHATAN KKS & BAKSOS UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

  1. PENDAHULUAN

KKS & Baksos UIN Syarif Hidayatullah merupakan bentuk pengabdian nyata yang dilakukan mahasiswa terhadap masyarakat. Seiring dengan tujuan tersebut maka mahasiswa minang yang berada di dibawah naungan KKM Ciputat mengadakan kegiatan KKS & Baksos ini di kampung halaman, tepatnya di kenagarian talaok kabupaten Pesisir Selatan. Mahasiswa berusaha untuk melaksanakan program yang nyata dirasakan secara langsung oleh masyarakat yakni program pengobatan gratis.

Program pengobatan gratis yang direncanakan itu terealisasi berkat bantuan dari dunsanak- dunsanak dari Gebu Minang. Dimana dalam hal ini Gebu Minang bersedia memberikan bantuan obat-obatan yang tersisa dari bencana gempa bumi di bukittinggi beberapa waktu yang lalu. Amanah untuk mendistribusikan obat-obatan tersebut di emban oleh mahasiswa KKS & Baksos.

Sebagai bentuk pertanggung jawaban terhadap amanah tersebut, maka kami akan memaparkan kegiatan yang dilaksanakan dan distribusi dari obat-obatan tersebut.

  1. URAIAN KEGIATAN

Kegiatan pengobatan gratis dan TMKK (Tentara Manunggal Kesehatan Dan Keluarga Berencana) merupakan pensinergisan program antara program KKS dan Baksos UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan program dari Danramil Pesisir Selatan dan Dinas Kesehatan Pesisir Selatan. Kerjasama ini dilaksanakan di kecamatan Bayang dan Bayang Utara antara Mahasiswa, TNI dan tim medis dari Puskesmas .

Dengan bantuan pasokan obat-obatan dari Gebu Minang program yang dilaksanakan benar-benar bermanfaat secara langsung oleh masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di kecamatan Bayang dan Bayang utara.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam waktu yang berbeda-beda diantaranya

        1. Pengobatan Gratis dan TMKK di Talaok Kecamatan Bayang

Kegiatan pengobatan gratis pertama kali diadakan mahasiswa KKS & Baksos UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di kampuang Lubuak Aur-Kenagarian Talaok. Kegiatan ini diadakan pada tanggal 14 Agustus 2007 bertempat di SD 14 Lubuk Aur. Jarak tempat ini dengan Puskesmas terdekat di Koto Barapak relatif cukup jauh ditambah dengan kurangnya pelayanan dari pihak Puskesmas, sehingga dengan alasan tersebut masyarakat di kenagarian ini kurang mendapatkan pelayanan yang cukup baik. Untuk itu, kami melakukan kegiatan pengobatan gratis pertama di tempat ini, karena alasan tersebut dan tempat itu juga berdekatan dengan posko kegiatan dari mahasiswa.

Dalam kegiatan pengobatan gratis ini mahasiswa bekerja sama secara langsung dengan pihak Puskesmas dari Koto Barapak sebagai tim medis dan tim dokter dari Puskesmas Pasar Baru. Sedangkan pasokan obat-obatan dalam pengobatan ini semuanya dipasok dari obat-obat yang dibawa oleh mahasiswa, obat-obatan ini berasal dari sumbangan yang diberikan oleh Gebu Minang. Pihak Puskesmas dari kota barapak tidak membawa pasokan obat-obatan dalam pengobatan gratis di lubuk aur ini. padahal Puskesmas tersebut memiliki pasokan obat yang cukup tapi mereka tidak membawa karena alasan tertentu.

Walaupun demikian antusias masyarakat terhadap pengobatan gratis cukup tinggi, sehingga dokter yang hanya 1 orang pun tak mampu melayani semua pasien yang datang dalam pengobatan ini. Jumlah pasien yang terlayani dalam pengobatan gratis ini sekitar 150 orang. Sedangkan ada sekitar 70 pasien yang sudah mendaftar tapi tidak dapat terlayani oleh tim dokter, karena berhubungan waktu sudah mulai sore. Pasien yang tidak terlayani direkomendasikan untuk berobat ke Puskesmas pada esok harinya, jika pasien terkendala dalam masalah transportasi maka mahasiswa memfasilitasi pasien tersebut untuk berobat ke Puskesmas .

        1. Pengobatan Gratis di Pancuang Taba Kecamatan Bayang Utara

Jumlah obat-obatan yang disumbangkan oleh Gebu Minang mampu mengobati lebih kurang 4000 pasien. Sedangkan pasien yang terlayani pada pengobatan gratis pertama di Lubuk Aur hanya 150 orang. Dengan demikian masih banyak obat-obatan yang tersisa.

Untuk itu mahasiswa KKS & Baksos berinisiatif untuk melakukan pengobatan gratis diluar posko kegiatan mahasiswa yakni di Pancuang Taba Kecamatan Bayang Utara. Akhirnya inisiatif itu terealisasi dengan diadakanya pengobatan gratis dikenagarian Pancuang Taba pada tanggal 23 Agustus 2007. Dalam pengobatan gratis ini kami bekerjasama dengan pihak Puskesmas dari Asam Kumbang, disamping itu kami juga banyak dibantu oleh mahasiswa dari STAIS yang kebetulan sedang melakukan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) di kanagarian tersebut.

Secara geografis kenagarian ini di kelilingi oleh bukit-bukit, dan disanapun tidak ada pelayanan kesehatan atau Puskesmas . Jika masyarakat ingin berobat maka ia harus melakukan perjalanan melewati bukit-bukit yang terjal sekitar 10 Km menuju Puskesmas terdekat, ditambah lagi dengan kondisi transportasi yang minim.

Dengan diadakanya pengobatan gratis disana masyarakat di kenagaraian Pancuang Taba merasa senang dan berterima kasih, karena mereka merasa kegiatan ini begitu sangat bermanfaat, karena layanan kesehatan yang jarang mereka rasakan. Antusias dari masyarakat di kenagarian ini cukup tinggi dari pada kenagarian Talok tempat pengobatan gratis yang pertama.

Buktinya pasien yang terlayani dalam pengobatan kali ini mencapai 350 orang, dan bisa dikatakan tidak ada pasien yang tidak terlayani dalam pengobatan gratis ini. Sedangkan pasokan obat-obatan pada kegiatan ini menggunakan bantuan obat-obatan yang diberikan oleh Gebu Minang ditambah dengan obat-obatan dari Puskesmas Asam Kumbang. Tim medis dan dokter dalam pengobatan gratis kali ini semuanya berasal dari Puskesmas Asam Kumbang yang terdiri dari 1 orang dokter umum, 1 orang dokter gigi dan 6 orang perawat.

        1. Pengobatan Gratis di Muaro Aia Kecamatan Bayang Utara

Bertepatan dangan diadakanya program Puskesmas keliling oleh pihak Puskesmas Asam Kumbang di Muaro Aia pada tanggal Agustus 2007, maka mahasiswa KKS & Baksos ikut berkontribusi dalam kegiatan ini. Kerjasama ini merupakan kontiniutas dari kerjasama sebelumnya dengan Puskesmas Asam Kumbang.

Dalam Puskesmas keliling ini kami mampu melayani masyarakat sebanyak 120 orang pasien. Jumlah itu merupakan jumlah yang cukup banyak untuk ukaran Puskesmas keliling yang selama ini diadakan oleh Puskesmas Asam Kumbang.

Masyarakat berbondong-bondong pergi berobat karena mereka mengetahui bahwa obat yang digunakan dalam Puskesmas keliling itu berasal dari obat-obat yang dibawah oleh mahasiswa KKS & Baksos dari Jakarta. Mungkin mereka menganggap bahwa obat-obatan yang dibawa oleh mahasiswa dari Jakarta itu merupakan obat-obat yang berkualitas dari pada obat-obatan di Puskesmas .

        1. Pengobatan Gratis di Koto Ranah Kecamatan Bayang Utara

Pada hari berikutnya bertepatan dengan tanggal Agustus 2007 kegiatan pengobatan gratis diselenggarakan bersamaan dengan TMKK. Dalam pengobatan ini masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lebih sedikit dari pada pengobatan gratis sebelumnya.

Tolak ukurnya dapat dilihat dari jumlah pasien yang terlayani dalam pengobatan gratis di puluik-pulik ini. Jumlah pasien yang berobat pada pengobatan gratai kali ini hanya berjumlah 80 orang pasien.

Factor yang menyebabkan sedikitnya yang berobat merupakan factor geografis. Dimana kenagaraian Ini berdekatan dengan Puskesmas asam kumabang, sehingga sewajarnya antusias masyarakat di kenagarian ini tidak seantusian mayasarakat di kenagrian lain. Akses mereka untuk menuju Puskesmas lebih mudah dari pada kenagarian yang lain seperti Kenagarian Pancuang Taba dan kenagarian puluik-pulik.

  1. PENUTUP

Dari empat kali pengobatan gratis yang diadakan mahasiswa KKS & Baksos, maka jumlah pasien yang terlayani semuanya berjumlah 700 orang pasien. Dintaranya 150 di kenagarian talaok, 350 kenagarian pancuang taba, 120 di kenagarian muaro aie dan 80 di kenagarian Koto Ranah. Sedangkan bantuan obat-obatan yang disumbangkan Gebu Minang mampu mengobati 4000 orang pasien. Jadi jumlah yang tersisa ada sekitar 3200 pasien yang akan bias menggunakan obat-obatan tersebut. Sedangkan penyakit yang diderita rata-rata mengalami penyakit rematik, penyakit kulit, nyeri persendian, sesak nafas.

Berhubungan dengan terbatasnya waktu kegiatan KKS & Baksos yang hanya berlangsung selam satu 1 bulan, maka tidak akan memungkinkan lagi bagi kami mahasiswa KKS & Baksos untuk mengadakan pengobatan gratis.

Padahal masyarakat khususnya yang berada di kecamatan Bayang Utara masih membutuhkan pengobatan gratis, walaupun pemda pesisir selatan telah mengeluarkan kebijakan pengobatan gratis di Puskesmas. Tetap saja masyarakat enggan untuk datang ke Puskesmas. Kecendrungan masyarakat di sana lebih bersifat pasif, sehingga mau tak mau pihak Puskesmas Asam Kumbang harus bersikap aktif.

Melihat kondisi seperti ini kami pikir bahwa obat-obatan yang tersisa dari pengobatan gratis itu sebaiknya diberikan kepada Puskesmas Asam Kumbang yang aktif “menjemput bola” ke masyarakat. Disamping itu kami melihat bahwa masyarakat di Bayang Utara lebih membutuhkan daripada masyarakat di Kecamatan Bayang . Secara sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan masyarakat di Bayang Utaralebih tertinggal dari pada masyarakat yang berada di kecamatan Bayang.

Pada akhirnya, proses serah terima obat-obatan yang tersisa dilakukan dengan pihak Puskesmas Asam Kumbang yang diwakili oleh drg Miza Sulasmi. untuk lebih jelas sisa obat-obatan yang diserah terimakan dapat dilihat pada lampiran, sekaligus bukti serah terima yang diketahui oleh camat Bayang Utara. Kemudian tidak lupa pula kami lampirkan dokumentasi dari kegiatan dan serah terima obat-obat dengan Kepala Puskesmas Asam Kumbang.

SEKTOR KESEHATAN

KKS & Baksos UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

(Gusti Ramli)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s