Ngepos via Hape

Kotak Parkir Mirip Kotak Infak

Di sebuah mesjid terletak beberapa kotak amal atau kotak infak. Biasanya ada yang diletakan dalam mesjid dan ada pula yang diletakan diluar mesjid. Kotak yang terletak diluar mesjid lebih banyak ditempatkan dekat pintu masuk, tak berjauhan dari tempat parkir sendal/sepatu.

Nah dimesjid satu ini kotak infaknya terletak didalam mesjid. Namun, ada satu lagi kotak yang terletak diluar mesjid. Awalnya saya mengira kota diluar mesjid tersebut adalah kotak infak. Pada kenyataannya kota itu bukan kota infak, melainkan kota untuk sumbangan parkir sepatu.

Seseorang tadinya berniat untuk memberikan infak/sedekah untuk mesjid. Karena niatnya datang belakangan, maka kotak infak dalam mesjid terlewati. Sementara sepatu sudah terpaksa sehingga tidak memungkinkan untuk masuk kedalam. Untuk itu orang tersebut ingin memasukan sedekahnya di kotak yang ada diluar mesjid. Ternyata kotak diluar mesjid itu bukan kota infak/sedekah mesjid, tapi kotak sumbangan untuk parkir sendal/sepatu.

Bayangkan saja sendal/sepatu ada parkir segala, seperti layaknya mobil dan motor saja. Tak mengherankan memang, sendal dan sepatu rentan hilang jika diletakan diluar mesjid. Sehingga sewajarnya saja ada kotak sumbangan untuk parkir sendal dan sepatu. Mungkin dapat dikatakan bahwa sendal/sepatu lebih berharga dari pada mobil/motor. Dari pengalaman yang sudah-sudah kehilangan sendal/sepatu akibat dari efek domino dimana orang yang kehilangan sendal memakai sendal orang lain dan begitu seterusnya.

Nah kembali ke masalah kotak sumbangan parkir tadi, orang yang saya sebutkan diatas adalah orang yang sering kehilangan sendal di mesjid. Jadi ia kurang respek dengan adanya kotak sumbangan parkir sendal di mesjid. Kebetulan uang yang tadinya ia niatkan untuk disedekahkan ke mesjid urung dimasukan kedalam kotak sumbangan parkir. Karena ia sudah berniat untuk bersedekah maka uang tersebut dimasukan juga kedalam kotak parkir.

Terkait soal ikhlas atau tidak menjadi persoalan yang menghantui orang tersebut. Ia pun tidak habis pikir, apakah sudah ikhlas dalam beramal atau tidak dengan adanya kejadian diatas. Al Ghazali pernah mendefenisikan akhlak adalah perbuatan yang tidak ada intervensi akal. Keraguan dalam memasukan sedekah kedalam kotak sumbangan parkir merupakan bentuk dari intervensi akal dalam melakukan amal, dalam hal ini amal bersedekah. Di kemudian hari, keraguan-keraguan yang dipengaruhi oleh akal tersebut patut untuk diubah agar dalam melakukan setiap perbuatan selalu ikhlas. Dengan keikhlasan menunjukan bahwa sudah tertanam akhlak yang terpuji.

Iklan

2 thoughts on “Kotak Parkir Mirip Kotak Infak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s