Ngepos via Hape

Menulis Tidak Menghasilkan Uang

Judul diatas tidak ditujukan kepada mereka yang berprofesi sebagai penulis profesional, wartawan/pekerja jurnalistik dan kolumnis. Judul diatas hanya ditujukan kepada masyarakat awam, masyarakat biasa yang ingin menulis. Bagi kuli tinta menulis menghasilkan pundi rupiah, sedangkan bagi kuli panggul menulis belum tentu menghasilkan uang.

Tidak berarti seorang kuli panggul dilarang menulis, bahkan seharusnya seorang kuli panggul harus bisa menulis agar orang lain bisa mengetahui bagaimana suka dan duka menjadi kuli panggul. Bagi mahasiswa menulis merupakan kewajiban yang mesti dilakukan untuk menunaikan tugas kuliah yang diberikan dosen. Sementara seorang dosen dituntut untuk bisa menulis agar mengasah kemampuannya sebagai seorang pengajar.

Sesungguhnya siapapun orangnya bisa menjadi penulis. Apapun pekerjaan yang dilakoni, menulis harus tetap dijalani. Hal itulah yang jadi pegangan bagi saya secara pribadi. Semua jenis pekerjaan masih menyisakan ruang bagi kita untuk bisa menulis. Persoalan kemudian terletak bagaimana mengatur waktu antara pekerjaan dan menulis. Beruntunglah bagi orang yang pekerajaannya sekaligus merangkap sebagai penulis, seperti halnya wartawan dan penulis profesional.

Untuk lulus dari kuliah saja kita dituntut menulis sebuah karya ilmiah berbentuk skripsi, tesis dan disertasi. Awal dari sekolah kita diajarkan mengenal huruf dan angka sambil berangsur-angsur menuliskannya di kertas. Di sekolah banyak waktu terkuras untuk menulis tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Dengan menulis kita dilatih untuk mengasah pikiran.

Menulis adalah bentuk samar dari keabadian. Manusia boleh mati, tapi tidak dengan pikirannya. Pikiran yang hidup itu diwariskan kepada generasi selanjutnya melalui tulisan. Mungkin kita tidak pernah bertemu langsung dengan plato, tapi kita bisa mengetahui pemikirannya lewat tulisan yang ia ciptakan. Kita mungkin tidak pernah kenal sukarno, tapi kita mengetahui sukarno melalui tulisan tentang dirinya.

Perlu diingat menulis tidak menghasilkan uang. Menulis cuma menghasilkan nilai yang tidak bisa diukur dengan meteri. Menulis adalah aktifitas mulia yang memanusiakan manusia. Betapa tidak, manusia pada dasarnya adalah makhluk berakal. Jika akal ini tidak diasah percuma saja dikaruniakan akal oleh tuhan. Salah satu cara mengasah akal itu adalah dengan menulis. Bentuk syukur atas dikaruniakan akal kepada kita adalah menulis.

Untuk itu, menulis jangan diukur dari sudut materi saja. Dengan menulis kita berarti telah mensyukuri karunia tuhan. Dengan menulis kita sudah berbagai kepada sesama, seperti halnya bersedekah. Terkait dengan apa yang ditulis itu merupakan persoalan yang berlainan. Seperti halnya rezeki yang diperoleh dengan cara halal dan haram. Menulis tak jauh berbeda, tentu ada tulisan yang baik dan tulisan yang buruk. Maksud dari tulisan buruk adalah tulisan yang bertujuan untuk tindakan yang tidak baik seperti menghasut, memprovokasi dan memfitnah orang lain dengan sengaja.

Keseimbangan itu berlaku dalam segala hal, termasuk dalam dunia tulis menulis. Dimana ada yang baik disitu ada yang buruk. Ketika ada halal, maka ada pula yang haram. Tulisan adalah cerminan dari pikiran seseorang yang kadang berbeda antara satu dengan yang lain. Perbedaan itulah yang membuat seni tulis menulis kian menarik dan bermanfaat bagi kita semua.

Jangalah berkecil hati bila menulis belum memberikan penghasilan uang kepada kita. Saya sendiri percaya bahwa menulis bukan sekedar memberi manfaat materi saja. Sesungguhnnya menulis akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar dari pada uang, yakni nilai-nilai yang terkandung dalam aktifitas menulis. Sebuah nilai yang tidak bisa dibandingkan dengan uang. Semoga semangat menulis salalu bersemayam dalam diri kita semua.. ((2404112322trt))

Iklan

8 thoughts on “Menulis Tidak Menghasilkan Uang

  1. Kalau saya seh suka menulis karena membantu saya mengingat sesuatu. Trus dengan menulis, saya bisa berbagi hal-hal yang pernah saya lihat atau alami. lalu yang terakhir, menulis buku harian membantu saya mengurangi stress.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s