Ngepos via Hape

Deradikalisasi Sejak Dini

Satu persatu tersangka teror bom buku diciduk polisi. Setidaknya sudah 20 orang ditangkap karena disangka ikut terlibat dalam bom buku yang terjadi belakangan ini di Indonesia. Tidak hanya itu, tersangka diduga berencana melakukan pengeboman gereja pada perayaan paskah. Diluar kasus itu terdapat pula kasus peledakan bom mesjid di Cirebon yang melukai beberapa aparat kepolisian.

Isu terorisme seakan tidak pernah habisnya. Peledakan bom silih berganti terjadi di negeri ini, baik bom dalam skala kecil maupun dengan skala besar yang menewaskan banyak orang. Kelompok radikal dianggap sebagai dalang dari berbagai kasus bom yang berlangsung di negeri yang plural ini.

Pemerintah yang diwakili oleh kepolisan sudah membentuk satuan khusus yang menangani masalah terorisme ini. Masing-masing kesatuan di militer tidak ketinggalan dangan adanya unit anti teror. Maraknya tindakan terorisme memaksa negara untuk mendirikan sebuah lembaga pemerintahan yang bernama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Badan ini bertanggung jawab langsung kepada presiden melalui kordinasi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Keberadaan beragam instansi tersebut tidak menyurutkan pelaku teror untuk mewujudkan cita-cita mereka dengan aksi kekerasan. Teror bom bukannya mereda, malah terjadi pasang surut. Satu demi satu pelaku teror ditangkap, namun kembali muncul pelaku-pelaku lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa pencegahan secara ideologis belum berjalan maksimal.

Pencegahan ideologis ini dilakukan dengan cara deradikalisasi. Program ini tidak hanya bersandar kepada pemerintahan saja, malainkan tanggung jawab semua warga negara. Menerapkan deradikalisasi ini bukanlah perkara mudah karena terorisme bukan hanya menjadi isu nasional, tapi sudah menjadi problem internasional. Mudahnya akses informasi di era sekarang ini membuat ideologi radikal mudah menyebar kemana-mana. Sehingga deradikalisasi semakin dihadapkan dengan kompleksitas dalam mengcounter penyebaran ideologi-ideologi radikal.

Pendidikan deradikalisasi di tingkat keluarga menjadi hal yang sangat penting. Pola deradikalisasi ini dapat diterapkan semenjak usia dini. Orang tua sejak dini harus mengajarkan anak-anak mereka sikap toleran dan menghargai perbedaan. Dengan saling menghargai itu maka anak-anak akan memahami makna kemanusiaan, sehingga ketika dewasa mereka tidak lagi mudah disusupi oleh pikiran radikal yang mengusik rasa kemanusian yang ditunggangi oleh tindakan kekerasan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s