Ngepos via Hape

Mencari Rezeki Tanpa Usaha

Ungkapan ‘ada kepala ada kaki, ada usaha ada rezeki’ pertama kali saya dengar dari seorang ustadz yang memberikan khutbah jum’at di mesjid putri tujuh Pekanbaru. Dengan lantang ia berujar bahwa kata ‘ada kepala ada kaki, ada usaha ada rezeki’ tidak selamanya benar. Rezeki tidak perlu didapat dengan berusaha. Tanpa usaha rezeki bisa diperoleh.

Selama ini anggapan orang rezeki itu harus dicari dengan berusaha. Sesungguhnya asumsi tersebut tidak selalu benar. Tidak selama rezeki itu didapat dengan berusaha. Ada rezeki yang diperolah tanpa usaha. Misalnya saja rezeki bayi yang tidak diperoleh tanpa usaha. Oleh karena itu, jarak antara rezeki dengan bayi dengan orang dewasa jauh berbeda. Seorang bayi bisa memperoleh rezeki tanpa usaha, sedangkan orang dewasa melalui usaha tapi mungkin pula tanpa berusaha.

Tidak selamanya rezeki orang dewasa melalui usaha. Terkadang bisa diperoleh dengan tidak sengaja, alias tanpa berusaha. Misalnya saja menemukan uang dijalanan dan memungutnya, tentu hal demikian bagian dari rezeki atau memenangkan undian berhadiah yang juga merupakan bagian dari rezeki yang diperoleh tanpa berusaha oleh orang dewasa.

Selama rezeki itu tidak dipahami dari sudut materi saja, malainkan bermakna secara luas maka kita akan dapat menyangakal ungkapan ‘ada kepala ada kaki, ada usaha ada rezeki’ . Semisal hujan dan udara yang kita hirup sehari-hari adalah bagian dari rezeki. Hujan bisa saja dilakukan tanpa usaha dan diusahakan dengan membuat hujan buatan, tapi rezeki udara tidak bisa dibuat meski kita bisa memperoleh tanpa jerih payah sedikitpun. Contoh lain adalah kentut yang dapat dimaknai sebagai rezeki non materi yang dikaruniakan Allah kepada kita. Bayangkan saja dalam setahun kita tidak pernah kentut, mungkin penyakit akan datang menghinggapi kita.

Memang untuk bisa memperoleh rezeki secara meteri (uang) harus dengan cara usaha. Tanpa bekerja manusia tidak bisa mendapatkan penghasilan. Tanpa penghasilan manusia tidak bisa memenuhi kebutuhan. Jika kebutuhan tidak tercukupi berarti kekurangan rezeki secara materi. Namun, belum tentu kekurangan rezeki secara non materi. Uang tidak akan mungkin jatuh dari langit untuk memenuhi kebutuhan yang serba kapitalis ini. Oleh karena itu, dibutuhkan usaha agar memperoleh uang untuk memenuhi kebutuhan.

Pada dasarnya usaha diperlukan untuk memperoleh rezeki. Akan tetapi usaha bukan menjadi faktor dominan karena faktor tunggal terletak pada Allah sebagai sumber pemberi rezeki. Sekuat apapun usaha yang kita lakukan belum tentu kita memperoleh rezeki yang banyak jika Allah tidak mengizinkan. Sebaliknya, dengan izin Allah kita bisa memperoleh rezeki yang banyak tanpa dengan usaha sedikitpun. Bahkan Allah mengingatkan kepada kita semuanya bahwa jangan bunuh anak-anak kita karena takut kekurangan rezeki karena semua rezeki makhluk hidup di dunia ini sudah diatur olehNYA.

Iklan

2 thoughts on “Mencari Rezeki Tanpa Usaha

  1. aku setuju banget, karena pengalaman sendiri , cerita teman dan pengamatan, banyak orang yang kerja keras dan bahkan ngoyo namun rejekinya begitu2 aja, bahkan sampai korupsi eh rejekinya tidak berkah. Rejeki Mutlak di kuasa dan diatur/diberi oleh Allah swt. sebaik2 rejeki adalah dari sisiNya karena pasti berkah, manfaat dan berlimpah

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s