Gak Penting Yaa

Penyuka Hujan

Perasaan sendu mewarnai pagi ini. Hujun turun deras membasahi bumi bagian kampung saya. Sesekali hujan merada, lalu kembali turun lagi. Mentari mengendap dibalik awan hitam yang tersusun rapi diatas langit. Begitu seterusnya sampai dingin menusuk tulang.

Entah kenapa saya suka dengan hujan. Ketika hujan turun hati riang gembira dan pikiran terasa senang. Meskipun saya sadar hujun kadangkala membawa petaka. Bahkan hujan berujung banjir, karena hujan longsor menghadang. Tapi bukan hujan faktor tunggal dari bencana tersebut. Mestinya manusia jua penyebab bencana yang mendera, bukan hujan.

Itulah salah satu penyebab saya suka hujun. Selain itu, hujan berarti rezeki. Hujan bukan sekedar air, ia menjelama menjadi kebutuhan vital bagi makhluk tuhan. Hujan tidak sama dengan uang yang bisa membeli apapun. Hujan didapat dengan gratis, tanpa ada pungutan sedikit pun.

Kurang baik apalagi Pencipta yang telah menganugrahi kita dengan keajaiban hujan. Kelembutan hujan mengelus jiwa-jiwa yang galau, sehingga menjadi jiwa yang tenang. Kedingian hujan membuat tulang menggigil. Hujan membersihkan noda luka yang menempel di sekujur tubuh. Jangan salahkan hujan, jika datang meneror kita yang tidak bersahabat dengan alam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s