Ngepos via Hape

Menggadaikan Emas Untuk Mengobati Patah Tulang

Dalam dunia medis pengobatan alternatif dan pengobatan melalui ilmu kedokteran menjadi pilihan bagi masyarakat untuk sembuh dari penyakit. Sabagian masyarakat agraris memilih pengobatan alternatif dengan berbagai alasan. Mahalnya berobat ke dokter, penyakit tidak jua sembuh setelah berobat dengan ilmu kedokteran dan alasan lain yang menyebabkan orang berobat dengan pengobatan alternatif.

Pengobatan alternatif merupakan metode tradisional yang digunakan oleh masyarakat yang tidak tersentuh oleh ilmu kedokteran. Biasanya di daerah pedalaman yang tidak ada tenaga medis akan menggunakan jasa dukun untuk berobat. Dukun adalah otoritas dari pengobatan tradisional. Seorang dukun dianggap mempunyai pengalaman dalam mengobat orang sakit, terkadang dukun dipercaya mempunyai kekuatan mistis yang bisa menyembuhkan penyakit.

Di zaman modern ini eksistensi pengobatan tradisional masih banyak dijumpai di tengah masyarakat. Salah satu contoh adalah dukun patah tulang. Dukun patah tulang disebut juga dengan tukang urut. Di daerah Pariaman dan sekitarnya terkenal sebuah tempat mengobati patah tulang. Tempatnya bukan rumah sakit, tapi sebuah daerah yang bernama Tapakis. Nagari Tapakis terletak tak jauh dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) bandara modern yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatra Barat.

Sebagian masyarakat percaya untuk mengobati patah tulang, Tapakis adalah tempat yang tepat. Tak sedikit orang langsung berobat ke Tapakis, tanpa harus terlebih dahulu memeriksa di rumah sakit. Indikasi ini menunjukan bahwa pengobatan alternatif masih menjadi prioritas masyarakat dalam mengobati penyakit patah tulang.

Dari berbagai sumber, saya menemukan setidaknya patah tulang itu sendiri terbagi menjadi dua macam. Pertama, patah tulang tertutup dimana patahan tulang tidak merobek/melukai daging dan kulit di dekatnya. Kedua, patah tulang terbuka dimana patahan tulangnya melukai/merobek daging dan kulit disekitar patahan.

Menurut hemat saya penderita kasus patah tulang tertutup akan dibawa langsung ke tukang urut. Sedangkan penderita patah tulang terbuka akan dibawa ke rumah sakit karena mengalami pendarahan. Terlebih lagi rekam jejak si tukang urut terkenal di masyarakat, maka penderita patah tulang akan langsung berobat ke tukang urut.

Menurut dr. Rahyussalim SpOT perbedaan penanganan kasus patah tulang antara dokter dengan dukun patah tulang terletak pada orientasi penangananan. Orientasi penanganan kasus patah tulang oleh pengobatan tradisional hanya mengusahakan bony union (penyambungan tulang) tanpa ada upaya untuk preservation and restoration of function (mengembalikan kepada fungsi seperti semula). Penderita patah tulang yang berobat secara tradisional tidak lagi bisa mengambalikan fungsi tulang secara normal, sehingga setelah berobat ke dukun patah tulang mengalami efek seperti nyeri, tidak bisa berjalan seperti biasa alias pincang.

Ritual Tradisional Pengobatan Patah Tulang

Bicara tentang pengobatan patah tulang tradisional, saya baru mengetahui ternyata ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk bisa berobat ke tukang urut/dukun tulang. Disamping syarat, cara penanganannya pun sangat beragam.

Penanganan tukang urut dalam mengobati tulang yang patah ada bermacam-macam. Ada yang dipukul-pukul dengan tangan, ada yang diurut dan ada pula yang tidak perlu datang ke tukang urut. Penderita tidak perlu bertemu langsung dengan tukang urut, cukup dengan mambawa minyak masak ke tukang urut dan minyak tersebut dioleskan ke kulit sekitar tulang yang patah.

Secara nalar hal demikian memang sulit diterima. Faktanya memang banyak penderita patah tulang sembuh dengan metode diatas, tapi dengan catatan tulang yang tersambung tidak lagi berfungsi seperti semula. Penderita mengalami pincang, dan terkadang dikuti oleh rasa nyeri.

Banyak dijumpai dukun patah tulang menggunakan kulit tebu sebagai penyangga tulang yang patah. Disamping itu, ada syarat yang harus dipenuhi oleh keluarga pasien, yaitu memberikan tanda berupa emas kepada dukun tulang. Jika pasien telah sembuh dari patah tulang maka emas yang berfungsi sebagai tanda tersebut akan dikembalikan kepada keluarga pasien. Tapi dengan catatan emas tersebut harus ditebus dengan uang.

Selain uang tebusan tersebut keluarga korban harus mengeluarkan biaya berobat. Jadi uang tebusan dan uang berobat terpisah. Misalnya tebusan emas diberikan 5o ribu, maka harus mengeluarkan uang lagi untuk biaya pengobatan.

Entah apa keterkaitan antara emas dengan tulang yang patah. Saya pun heran, kenapa harus ada tanda dalam bentuk emas dalam mengobati patah tulang secara tradisional. Sebagai catatan, tidak semua tukang urat mensyaratkan tanda berupa emas ini. ((1103261526trt))

Iklan

One thought on “Menggadaikan Emas Untuk Mengobati Patah Tulang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s