Ngepos via Hape

Klaim Kematian Dalam Perang

muslimdaily.net

Sudah menjadi hal biasa jika dalam perperangan terjadi saling klaim jumlah korban perang. Seperti yang terjadi di Irak dan Afghanistan, dimana pihak sekutu mengklaim korban hanya sedikit dan itu pun tidak banyak korban dari penduduk sipil. Sementara negara jajahan mengklaim tentara sekutu telah menewaskan ribuan penduduk sipil yang tidak bersalah.

Hal demikian juga terjadi di Libya, dimana pasukan barat mengkalaim tidak banyak korban sipil berjatuhan. Sementara pemerintahan berkuasa di Libya mengklaim sudah lebih 100 Warga Sipil di Libya Tewas Akibat Serangan Koalisi Barat.

Saling klaim korban tewas merupakan bagian dari propaganda kedua belah pihak. Pastinya perperangan akan selalu menelan korban manusia yang tidak bersalah. Perang hanya menjadi cara untuk mengakui eksistensi negara-negara berkuasa. Dibalik perperangan terselip motivasi ekonomi dan politik negara-negara kolonial.

Dengan menancapkan kekuasaan dan memegang wewenang, negara kolonial akan lebih leluasa menggapai tujuannya. Sedangkan status quo akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan kekuasaan dan wewenang yang talah dicicipi. Perebutan kekuasan dan wewenang melalu jalur kekerasan ini hanya menyisakan korban sipil yang tidak tahu apa-apa.

Perang bukanlah hitungan matematis yang melihat siapa terbanyak membunuh lawan. Perang adalah kejahatan kemanusian yang ditunggangi oleh nafsu kekuasaan. Dimanapun perperangan tidak terlepas dari keinginan untuk menguasai pihak lawan. Nafsu kekuasaan yang menyimpang ini merupakan jelmaan dari impotensi politik yang tidak bisa menyalurkan hasrat kekuasaan dangan cara damai.

Lalu, klaim kematian penduduk sipil tidak lagi bisa dielakan. Kedua belah pihak menarik simpati dunia dengan mengumumkan jumlah kematian warga sipil. Atas nama warga sipil perang terjadi dan bisa pula bisa pula dihentikan.

Kasus agresi koalisi barat ke Libya menjadi bukti kongkrit bahwa atas nama warga sipil perang berkobar. Pihak koalisi barat melegitimasi serangan militer mereka atas nama warga sipil Libya yang terancam oleh pemerintahan berkuasa. Sementara pemerintahan Libya tak ubahnya seperti penjajah dengan menebar ketakutan kepada rakyat yang mengkritisi kekuasaan pemerintah. Akhirnya yang dirugikan dari perang adalah warga sipil yang tidak berdosa. ((1103251017trt))

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s