Ngepos via Hape

Hari Jum’at = Hari Menulis

Tidak ada alasan kehabisan ide dalam menulis. Paling ide sering tersendat karena tidak membiasakan diri untuk menulis, bukannya habis ide. Di sekeliling kita banyak hal-hal yang bisa kita tuliskan. Terlepas dari bagus atau tidak dengan apa yang ditulis, minimal kita bisa mengaktualisasi pikiran dengan rangkaian kata-kata.

Terutama sekali bagi laki-laki muslim yang tiap minggu selalu mengikuti ritual ibadah jum’at. Sesunggunya apa yang disampaikan oleh khatib jum’at bisa manjadi bahan untuk tulisan. Rata-rata khatib memberikan khutbah selama 30 menit, dalam waktu sebanyak itu seringkali kita mendengar ajaran agama yang disampaikan.

Memang saat jum’at kita tidak diberikan kesempatan untuk tanya jawab. Bila masih ada yang mengganjal dari isi khutbah, kita bisa mempertanyakan lewat tulisan. Kalaupun tidak bisa menjawab sendiri apa yang kita pertanyakan, maka kita bisa mendapatkan jawabaan dari ahlinya dengan memberikan pertanyaan yang kita tulis dan kita bisa mengingat apa yang kita tanyakan.

Apabila kita mampu menangkap pesan nilai-nila moral dari isi khutbah, maka kita mendapatkan inspirasi gratis lalu menuliskannya. Hal itu membuat saya berpikir menjadikan hari jumat sebagai hari menulis. Disamping melatih diri untuk menyimak khatib, kita bisa pula melatih kemampuan menulis. Biasanya mendengar khatib berkhutbah bisa menyebabakan mata mengantuk, apalagi dengan penyampaian khutbah yang dilakukan secara monoton. Nah, belajarlah menyimak supaya tidak tertidur saat jum’atan. Lalu menuliskan apa yang telah disimak, sehingga dakwah yang disampaikan khatib tidak hanya diketahui oleh kita sebagai laki-laki, tapi juga bisa diketahui oleh perempuan yang tidak boleh mengikuti khutbah jum’at.

Oke, mari jadikan hari jum’at sebagai hari menulis. Jangan hanya malam jum’at-an saja yang menjadi hari khusus bagi kalangan tertentu. Jum’at malam (malam sabtu)  dapat pula dijadikan malam menulis isi khutbah yang kita dengar sebelumnya di mesjid. Tidak tertutup kemungkinan menulis diluar tema khutbah jum’at karena kejadian sekitar yang kita alami merupakan bagian dari tema dakwah yang belum tergali. ((0103252109trt))

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s