Ngepos via Hape

Menengok Letak Mushala di Setiap Mall

Hampir semua pusat perbelanjaan atau mall menyediakan toilet untuk pengunjungnya. Tak ketinggalan banyak diantara mall tersebut menyisakan sedikit ruang bagi pengunjung muslim untuk beribadah dengan menyediakan mushala.

Entah ada aturan baku atau tidak, setiap mall menempatkan mushalla ditempat yang hampir sama diantar setiap mall. Paling banyak terdapat di basement paling bawah gedung, biasanya berdekatan dangan parkir basement. Kalau gak ada di basement, paling mushala ada dilantai paling atas gedung seperti di beberapa mall. Namun, ada pula beberapa mall menyediakan mushala disudut-sudut gedung yang berdekatan dengan toilet.

Bila dibandingakan antara fasilitas didalam mall dangan fasilitas yang ada di mushala maka kita akan menemukan perbedaan mencolok. Kebanyakan mushala tidak disediakan AC (air conditioner) seperti halnya di dalam mall yang udaranya terasa sejuk. Biasanya kondisi seperti ini sering terjadi di mushala yang terletak di basement. Udara di mushala terasa panas. Kebanyakan penyejuk ruangan hanya menggunakan kipas angin.

Disebuah mall saya menemukan pintu mushala berdekatan dengan tiga  mesin air conditioner mall berukuran jumbo. Bayangkan saja sebelum masuk mushala kita harus melewati udara panas hasil buangan tuh mesin. Panasnya minta ampun, seperti lewat pintu neraka saja. Pengelola sepertinya mengabaikan kenyamanan bagi pengunjung untuk beribadah. Mungkin pengelola terlalu fokus terhadap kenyamanan pengunjung dalam berbelanja dan mengabaikan kenyamanan pengunjung dalam beribadah.

Di mall yang lain saya menemukan perbedaan diantara kebersihan toilet mushala dangan toilet pengunjung. Dalam toilet pengunjung selalu di update kebersihannya oleh petugas sehingga kebersihan toilet terjaga. Sedangakan di toilet mushala kebersihannya jauh berbeda dengan kebersihan toilet pengunjung.

Di mall tertentu ada pemisahan mushala pengunjung dengan mushala karyawan mall. Memang secara eksplisit tidak ada larangan bagi karyawan untuk beribadah di mushala pengunjung. Tapi faktanya, setiap karyawan tidak ada yang beribadah di mushala pengunjung karena sudah disediakan mushala tersendiri. Bila membandingkan fasilitas kedua mushala ini rasanya membandingakan antara langit dan bumi. Mushala pengunjung dilengkapi dengan AC dan tempat wuduk exclusive. Sedangkan mushala karyawan cukup dengan kipas angin dan tempat wuduk yang semerawut.

Di Mall lain kita harus berjalan dulu keluar gedung supaya bisa sampai ke mushala. Meskipun masih dalam kompleks mall, tapi letak mushala tidak didalam gedung melainkan diluar gedung mall. Lebih ironis lagi ada beberapa pusat perbelanjaan yang tidak menyediakan mushala. Kalaupun ada itupun mushala dadakan yang dibuat ala kadarnya.

Negeri ini pernah dijulukin sebagai negeri seribu satu mall yang disandang oleh ibukota Jakarta. Segala macam jenis mall bardiri di setiap sudut kota. Ada mall kelas A, mall kelas B sampai mall kelas Z. Masing-masing kelas mall tersebut ditentukan dari status sosial pengunjungnya yang diukur dengan harga barang yang dijual di mall tersebut. Makin tinggi kelas mallnya makin tinggi harga dari barang yang dijual di mall tersebut. Apapun kelas mallnya, perhatian terhadap tempat ibadah pengunjung masih terabaikan.

Laju perkembangan pembangunan mall sudah merambat kedaerah-daerah. Masing-masing daerah sudah memiliki pusat perbelanjaan seperti layaknya mall-mall di ibukota Jakarta. Sayangnya pengelola mall di daerah tak ubahnya seperti pengelola mal di Jakarta yang tidak memperhatikan dan menyediakan ruang yang layak bagi pengunjung untuk beribadah.

Masihkah pengelola abai terhadap kenyamanan pengunjung dalam beribadah di negara yang berpenduduk mayoritas muslim ini? Atau mungkin pengusaha di negara mayoritas muslim ini tidak lagi peduli membangun mushala yang sedikit lebih layak dari bangunan mall atau ditempatkan secara bergandengan dengan toko-toko yang ada didalam mal. Kapan perlu mushala berada digarda terdepan dari bangunan mall. Tapi rasa mustahil, karena kebanyakan mall masih menempatkan mushala di tempat terbelakang. ((1103210042trt))

Tulisan Lainnya :

Iklan

2 thoughts on “Menengok Letak Mushala di Setiap Mall

  1. salam kenal 🙂
    ga semuanya oom. ditempat saya, Jogja, di salah satu mall malah ditaroh dilantai paling atas. diparkiran. anginnya sepoi-sepoi. nyaman buat ibadah 🙂

    Suka

    1. benar…. tidak semua kok….
      itu termasuk pengelola yang peduli, di jakarta juga banyak seperti di blok M square dan Blok A tanah abang juga ada mesjid diatas (bukan mushala lagi)

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s