Ngepos via Hape

Ekor si Onta yang Lecet

Mengurus onta jauh lebih susah daripada mengurus kucing. Maklum si Onta sedang tidak berada di gurun, tapi dipinggir pantai. Memang agak sama antara pantai dan gurun, sehingga onta bisa dikadalin.

Baru satu hari si Onta datang dari negara asalnya. Dalam satu hari itu si onta telah sibuk lalu lalang di tempat barunya. Raut wajah si onta telihat senang dan gembira karena terdapat banyak air di pantai yang dikira gurun tersebut. Onta satu ini sudah memiliki cadangan air yang cukup ditenggorokannya, dasar si onta rakus, air laut diembat juga.

Parahnya lagi, kulit si onta mulai terkelupas dan di bawah  ekor si onta tampak memar. Gak tau kenapa, padahal di daerah ini tidak ada satupun onta jantan. Tapi kenapa ekor si onta bisa memerah gitu. Dugaan kemudian mengarah kepada anak-anak. Disini anak kecil jail-jail. Terlebih hadirnya si onta sebagai pendatang pendatang baru. Mungkin saja anak-anak menusuk buntut onta dengan kayu di malam hari saat si onta beristirahat dari kandangnya.

Ane baru sadar pagi harinya setelah keget melihat ekor onta ane lecet. Sempat panik juga sih, namun lambat laun ane agak tenang karena si onta tidak kenapa-napa. Untung dibawah ekor onta aja yang rusak, sementara ontanya masih dalam keadaan sehat walafiat dan masih bisa ditunggangi untuk mengelilingi pesisir pantai.  ((1103152143trt))

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s