Ngepos via Hape

Sate Pedas

Tak banyak makanan yang menarik di kota pekanbaru, itu asumsi saya. Jika ditelusuri mendalam, ternyata banyak tersembunyi tempat eksotik yang menyajikan aneka hidangan lezat.

Salah satunya adalah sate pedas. Secara saya tidak terlalu hafal nama tempat sate ini, pastinya sate pedas terletak di sekitar daerah panam. Letaknya tak jauh dari perempatan arengka, didepan kantor riau pos tapi masuk sedikit pertigaan. Kalau gak salah nama jalannya jalan pepaya disebrang kantor riau pos.

Awalnya saya kebetulan lewat jalan tersebut. Karena melihat ada keramaian di pinggir jalan. Saya penasaran, ternyata gerangan orang-orang lagi antri dengan membeli sate. Di gerobak sate tertulis Sate Padang dengan tulisan tambahan dibawahnya yang tersirat Sate Pedas.

Akhirnya saya berhenti juga ditempat sate dengan sedikit keraguan sebelumnya untuk mencicipi sate pedas. Sesampai disana ada kursi kosong, lalu kami duduk dan memesan dua porsi sate pedas. Memang agak lama menunggu pesanan karena pelanggan sate pedas cukup rame.

Setelah menunggu dengan sabar, pesanan kami datang. Satu porsi sate terdiri dari enam tusuk daging dan satu ketupat disertai tebaran bawang goreng. Tanpa pikir panjang sate yang ada didepan mata langsung saya sikat. Di suap pertama sudah terasa pedasnya. Saya kira hanya nama saja sete pedas. Nyatanya sete padang nya benar benar pedas menurut ukuran lidah saya.

Sebagai orang padang makanan pedas sudah menjadi hal lumrah bagi saya. Namun, baru kali ini saya mencicipi sate padang yang paling pedas. Dalam pikiran saya, cukup berani juga pemilik warung sate ini menyediakan sate pedas. Bila warung sate ini buka cabang di pulau jawa, mungkin pelanggannya pada kabur semua dan gak balik lagi. Rata-rata orang jawa khan gak terlalu suka dengan yang pedas-pedas. Untung saja sate pedas nya nongkrong di daerah pekanbaru yang notabane orang melayu yang agak suka dangan yang pedas.

Dengan ditambah satu bungkus kerupuk kulit dan dua bungkus kerupuk ubi akhirnya satu porsi sate pedas habis juga. Tak ketinggalan mata memerah karena menahan kepedasan. Satu teko air habis oleh kami berdua menutupi kepedasan itu sate.. Cukup dulu ya, lagian saya juga lupa memfoto bentuk satenya…. ((1103131136pku))

Tak banyak makanan yang menarik di kota pekanbaru, itu asumsi saya. Jika ditelusuri mendalam, ternyata banyak tersembunyi tempat eksotik yang menyajikan aneka hidangan lezat.

Salah satunya adalah sate pedas. Secara saya tidak terlalu hafal nama tempat sate ini, pastinya sate pedas terletak di sekitar daerah panam. Letaknya tak jauh dari perempatan arengka, didepan kantor riau pos tapi masuk sedikit pertigaan. Kalau gak salah nama jalannya jalan pepaya disebrang kantor riau pos.

Awalnya saya kebetulan lewat jalan tersebut. Karena melihat ada keramaian di pinggir jalan. Saya penasaran, ternyata gerangan orang-orang lagi antri dengan membeli sate. Di gerobak sate tertulis Sate Padang dengan tulisan tambahan dibawahnya yang tersirat Sate Pedas.

Akhirnya saya berhenti juga ditempat sate dengan sedikit keraguan sebelumnya untuk mencicipi sate pedas. Sesampai disana ada kursi kosong, lalu kami duduk dan memesan dua porsi sate pedas. Memang agak lama menunggu pesanan karena pelanggan sate pedas cukup rame.

Setelah menunggu dengan sabar, pesanan kami datang. Satu porsi sate terdiri dari enam tusuk daging dan satu ketupat disertai tebaran bawang goreng. Tanpa pikir panjang sate yang ada didepan mata langsung saya sikat. Di suap pertama sudah terasa pedasnya. Saya kira hanya nama saja sete pedas. Nyatanya sete padang nya benar benar pedas menurut ukuran lidah saya.

Sebagai orang padang makanan pedas sudah menjadi hal lumrah bagi saya. Namun, baru kali ini saya mencicipi sate padang yang paling pedas. Dalam pikiran saya, cukup berani juga pemilik warung sate ini menyediakan sate pedas. Bila warung sate ini buka cabang di pulau jawa, mungkin pelanggannya pada kabur semua dan gak balik lagi. Rata-rata orang jawa khan gak terlalu suka dengan yang pedas-pedas. Untung saja sate pedas nya nongkrong di daerah pekanbaru yang notabane orang melayu yang agak suka dangan yang pedas.

Dengan ditambah satu bungkus kerupuk kulit dan dua bungkus kerupuk ubi akhirnya satu porsi sate pedas habis juga. Tak ketinggalan mata memerah karena menahan kepedasan. Satu teko air habis oleh kami berdua menutupi kepedasan itu sate.. Cukup dulu ya, lagian saya juga lupa memfoto bentuk satenya….

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s